BERITA TERKINI
PKS Luncurkan Sekolah dan Rumah Keluarga Indonesia di Tasikmalaya, Angkat Tema Gizi Seimbang dari Rumah

PKS Luncurkan Sekolah dan Rumah Keluarga Indonesia di Tasikmalaya, Angkat Tema Gizi Seimbang dari Rumah

TASIKMALAYA — Upaya membangun keluarga sehat dinilai tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga kebiasaan sehari-hari di rumah. Salah satu fondasi yang ditekankan adalah penerapan gizi seimbang bagi seluruh anggota keluarga sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan sekaligus menekan risiko berbagai penyakit.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan peluncuran Sekolah Keluarga Indonesia (SKI) dan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang digelar Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Tasikmalaya, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan bertajuk “Isi Piring Sehat Tanpa Mahal, Panduan Gizi Praktis dari Dokter” itu diikuti puluhan ibu rumah tangga dari beragam latar belakang profesi.

Dalam pemaparannya, dr. Fitriani Mardiana, M.KM menegaskan bahwa gizi seimbang merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Menurutnya, konsep gizi seimbang tidak sebatas memilih makanan bergizi, tetapi juga mencakup pola hidup sehat yang dijalankan secara konsisten.

“Gizi seimbang adalah cara mengatur asupan makanan dan pola hidup sehat sehari-hari yang mencakup variasi makanan yang beragam, pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak, serta aktivitas fisik yang cukup. Hal ini sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat sekaligus mencegah berbagai penyakit,” ujar dr. Fitriani di hadapan peserta.

Ia juga menyoroti anggapan bahwa makanan sehat identik dengan biaya mahal. Menurutnya, kebutuhan gizi dapat dipenuhi melalui bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, asalkan disusun dengan komposisi yang tepat. Karena itu, ia menilai edukasi mengenai “isi piring sehat” perlu terus diperluas agar masyarakat dapat menyusun menu bergizi sesuai kemampuan ekonomi keluarga tanpa mengurangi kualitas nutrisi.

Selain pemenuhan gizi, kegiatan ini turut menekankan pentingnya perubahan perilaku hidup sehat. Aktivitas fisik, menjaga kebersihan lingkungan, serta pola makan yang teratur disebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari konsep gizi seimbang.

Sementara itu, Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS Kelurahan Kahuripan, Hani Handini, menjelaskan bahwa peluncuran SKI dan RKI merupakan program nasional yang digagas BIPEKA PKS. Menurut Hani, program tersebut dirancang sebagai wadah pemberdayaan perempuan sekaligus memperkuat fungsi keluarga sebagai unit terkecil dalam pembangunan masyarakat.

“Ini merupakan program dari pusat yang menjadi program untuk pemberdayaan perempuan Indonesia yang bertujuan membentuk keluarga yang kokoh, harmonis, religius, dan bahagia,” kata Hani di sela kegiatan.

Hani menyebut, SKI tidak hanya berisi edukasi kesehatan keluarga, tetapi juga materi pola asuh anak, komunikasi keluarga, penguatan ekonomi rumah tangga, hingga pendidikan karakter. Adapun RKI ditujukan sebagai ruang pembinaan, pelatihan, dan penguatan ketahanan keluarga berbasis masyarakat yang diinisiasi BIPEKA PKS. Melalui pendekatan komunitas, program ini diharapkan dapat membantu menjawab persoalan keluarga di lingkungan masyarakat.

Ia berharap masyarakat, khususnya perempuan, memanfaatkan program tersebut sebagai media belajar bersama sekaligus membangun jejaring antarwarga untuk meningkatkan kualitas keluarga. Pelibatan puluhan ibu rumah tangga dalam kegiatan ini dinilai strategis karena perempuan memiliki peran sentral dalam menentukan pola konsumsi keluarga.

Salah seorang peserta, Yuyun Juariyah (51), warga Perum Batara, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pentingnya penerapan gizi seimbang di keluarga. Ia menilai kegiatan tersebut bermanfaat karena membahas persoalan yang dekat dengan keseharian ibu rumah tangga.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami para ibu rumah tangga. Semoga jangan berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut dengan edukasi kesehatan lainnya sehingga masyarakat semakin memahami cara menjaga kesehatan keluarga,” ujarnya.

Sejumlah peserta juga menyampaikan harapan agar ada pelatihan lanjutan, antara lain mengenai pencegahan stunting, kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, hingga pengelolaan pangan keluarga. Melalui SKI dan RKI, penyelenggara berharap dapat mendorong lahirnya keluarga yang memiliki ketahanan kuat dari aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, maupun spiritual, di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang.