BERITA TERKINI
Pisang Rebus Tetap Diminati, Alternatif Camilan Sehat dengan Gizi yang Terjaga

Pisang Rebus Tetap Diminati, Alternatif Camilan Sehat dengan Gizi yang Terjaga

Pisang rebus masih menjadi olahan tradisional yang diminati masyarakat karena rasanya yang manis alami dan cara pembuatannya yang sederhana. Selain mengenyangkan, camilan ini dinilai lebih sehat dibandingkan olahan pisang goreng karena tidak memerlukan tambahan minyak.

Pisang dikenal kaya karbohidrat, serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C. Proses perebusan dinilai dapat mempertahankan sebagian besar kandungan gizi tersebut, sehingga pisang rebus cocok dikonsumsi sebagai camilan maupun menu sarapan.

Dokter Klinik Insan Medika Jember, Dr. Laila, mengatakan pisang rebus dapat menjadi pilihan makanan selingan yang sehat bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. “Pisang rebus merupakan pilihan camilan yang lebih sehat karena tidak melalui proses penggorengan. Kandungan seratnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sedangkan kalium berperan menjaga fungsi otot dan membantu mengontrol tekanan darah,” ujarnya saat ditemui di Klinik Insan Medika Jember, Rabu (1/7/2026).

Menurut Laila, pisang rebus juga mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Karena itu, makanan ini dinilai cocok dikonsumsi sebelum beraktivitas atau setelah berolahraga untuk membantu menggantikan energi yang hilang.

Ia menambahkan, jenis pisang yang umum direbus antara lain pisang kepok, pisang tanduk, dan pisang uli. Ketiganya kerap dipilih karena memiliki tekstur yang padat serta cita rasa yang tetap manis setelah dimasak.

Untuk melengkapi asupan gizi, Laila menyarankan pisang rebus dipadukan dengan sumber protein seperti telur rebus atau segelas susu rendah lemak. Ia juga mengingatkan agar tidak menambahkan gula atau pemanis secara berlebihan karena rasa manis alami pisang dinilai sudah mencukupi.

Di sisi lain, permintaan pisang rebus di pasaran disebut masih cukup tinggi. Pedagang pisang rebus di kawasan Pasar Tanjung Jember, Siti Aminah (48), mengatakan pembeli biasanya datang pada pagi dan sore hari. “Banyak pelanggan membeli pisang rebus untuk sarapan atau teman minum teh. Ada juga yang sengaja memilih pisang rebus karena sedang mengurangi makanan berminyak,” kata Siti.

Siti mengaku menjual sekitar 15 hingga 20 sisir pisang rebus per hari. Menurutnya, pembeli tidak hanya berasal dari kalangan lanjut usia, tetapi juga pekerja dan mahasiswa yang mencari camilan praktis serta mengenyangkan.

Selain mudah ditemukan, pisang rebus juga menjadi bagian dari budaya kuliner di berbagai daerah di Indonesia. Makanan ini kerap disajikan bersama kelapa parut, teh hangat, atau kopi sebagai teman bersantai bersama keluarga.

Ahli gizi mengingatkan, meski tergolong sehat, konsumsi pisang rebus tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian. Bagi orang dewasa, satu hingga dua buah pisang rebus dinilai cukup sebagai camilan atau pelengkap menu makan agar asupan energi tetap seimbang.

Dengan kandungan nutrisi yang baik, harga yang terjangkau, serta proses pengolahan yang sederhana, pisang rebus tetap menjadi pilihan camilan tradisional yang tidak hanya lezat, tetapi juga mendukung pola makan sehat.