Tokopedia dan TikTok Shop mencatat pertumbuhan bisnis makanan dan minuman (food and beverage/F&B) sepanjang semester I 2026. Jumlah pesanan di kategori F&B meningkat hampir 95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B melalui ekosistem kedua platform tersebut melonjak 184%.
Pertumbuhan ini terjadi di tengah perubahan pola konsumen dalam menemukan produk melalui konten digital. Video pendek, siaran langsung (live), hingga rekomendasi kreator semakin menjadi bagian dari pola belanja berbasis konsep discovery commerce.
Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menyebut tren tersebut menunjukkan peluang bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk memperluas pasar. “Indonesia memiliki ekosistem kuliner lokal yang sangat beragam, dengan jutaan pelaku usaha yang terus berinovasi,” kata Stephanie dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Menurut Stephanie, pertumbuhan kategori F&B terlihat dari sisi permintaan maupun bertambahnya jumlah pelaku usaha yang masuk ke ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop.
Pertumbuhan pesanan juga mulai menyebar di luar Pulau Jawa. Berdasarkan data Tokopedia dan TikTok Shop, lima dari 10 provinsi dengan pertumbuhan jumlah pesanan F&B tertinggi pada semester I 2026 berada di luar Jawa, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Riau, dan Bali.
Perubahan cara konsumen menemukan produk turut tercermin dari transaksi yang berasal dari konten digital. Pesanan F&B yang didorong video pendek meningkat 86% pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pesanan F&B melalui fitur live juga tumbuh 86% secara tahunan, menunjukkan peran konten digital yang kian besar dalam mendorong konsumen menemukan dan membeli produk makanan dan minuman.
Selain kategori F&B, inisiatif pembelian produk lokal yang dijalankan Tokopedia dan TikTok Shop juga mencatat kenaikan jumlah penjual lebih dari 50% sepanjang semester I 2026. Penjualan produk lokal dalam inisiatif tersebut meningkat 51% dengan total 700 juta produk terjual.
Stephanie menilai perubahan pola penemuan produk membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau calon pembeli di luar basis pelanggan mereka. “Melalui video pendek, LIVE, dan kolaborasi dengan kreator, kami ingin membantu semakin banyak pelaku usaha F&B memanfaatkan peluang ini untuk menjangkau konsumen baru dan mendorong pertumbuhan bisnis,” ujarnya.