Kegagalan dalam berbisnis tidak selalu menjadi akhir. Evaluasi, persiapan, dan kemauan belajar dapat menjadi modal untuk bangkit dan memperbaiki arah usaha. Prinsip itu disampaikan Direktur Utama PT Adhikarya Swarna Boga, Ali Imron, yang menceritakan perjalanannya membangun bisnis kuliner hingga berkembang menjadi tujuh gerai di Pekanbaru.
Kisah tersebut dibagikan Ali dalam dialog Muda Kreatif Pro 2 RRI Pekanbaru bertajuk “Strategi Manis Kuliner Pekanbaru” pada Senin, 19 Oktober 2026. Dalam perbincangan itu, ia menjelaskan usaha yang pertama kali diinisiasi oleh istrinya pada 2020, termasuk pengalaman menghadapi kegagalan dan upaya memulai kembali dengan strategi yang lebih matang.
Ali menuturkan, perjalanan bisnis yang dibangun bersama keluarga tidak selalu berjalan mulus. Setelah dirintis pada 2020, usaha tersebut sempat mengalami kendala hingga akhirnya berhenti setelah berjalan sekitar satu tahun.
Ia mengungkapkan, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi itu adalah kurangnya persiapan saat memulai usaha. Pada tahap awal, mereka belum memiliki arah bisnis yang jelas dan belum memahami berbagai aspek pengelolaan usaha secara menyeluruh.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa keberanian memulai bisnis perlu disertai pengetahuan, perencanaan, dan pemahaman terhadap pasar yang dituju. Menurut Ali, semangat saja tidak cukup untuk membuat usaha bertahan; diperlukan strategi yang jelas, pemahaman terhadap produk yang ditawarkan, serta kesiapan menghadapi tantangan selama menjalankan usaha.
Setelah melalui masa evaluasi, Ali dan keluarga kembali membangun usaha dengan pendekatan berbeda. Mereka memulai kembali penjualan melalui platform daring sambil memperbaiki strategi dan menyiapkan pengelolaan bisnis dengan lebih baik. Proses pengembangan dijalankan bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan.
Upaya tersebut kemudian mengantarkan bisnis yang dikelola Ali berkembang hingga memiliki tujuh gerai atau cabang di Pekanbaru. Perkembangan ini, menurutnya, menunjukkan bahwa membangun usaha tidak selalu berhasil dalam satu kali percobaan, dan evaluasi kesalahan, keberanian memulai kembali, serta konsistensi menjalankan strategi menjadi bagian penting dalam perjalanan bisnis.
Selain persiapan, Ali menekankan pentingnya memahami kebutuhan pelanggan dalam usaha kuliner. Ia menilai kualitas rasa dan pelayanan harus menjadi perhatian utama agar konsumen mendapatkan pengalaman yang baik. Salah satu aspek yang ditekankannya adalah kecepatan merespons pelanggan atau fast response, yang dinilai membantu pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen, memberikan informasi yang diperlukan, serta menangani pertanyaan maupun keluhan dengan lebih baik.
Ali juga menegaskan, hubungan dengan pelanggan tidak berhenti ketika produk selesai dijual. Pelayanan yang baik, menurutnya, dapat membangun kepercayaan dan membuka peluang konsumen untuk kembali membeli. Karena itu, kualitas produk dan pelayanan perlu berjalan beriringan untuk mempertahankan pelanggan sekaligus mendukung keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.
Melalui dialog tersebut, Ali menyampaikan bahwa kegagalan dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki strategi. Bagi anak muda yang ingin terjun ke dunia bisnis, ia mengingatkan pentingnya persiapan sejak awal, termasuk memahami produk, mengenali pasar, menyusun perencanaan, serta menjaga kualitas dan pelayanan.