BERITA TERKINI
Peringati HAN 2026, Pemkot Pekalongan Perkuat Edukasi Gizi dan Skrining Tumbuh Kembang Anak

Peringati HAN 2026, Pemkot Pekalongan Perkuat Edukasi Gizi dan Skrining Tumbuh Kembang Anak

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk memperkuat edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang, serta perlindungan anak. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari skrining kesehatan gratis, seminar pengasuhan, hingga edukasi literasi digital.

Mewakili Wali Kota Pekalongan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pekalongan Sugiyo menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman. Ia menilai peringatan HAN tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak.

“Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berkembang dan bercita-cita setinggi-tingginya. Mereka juga membutuhkan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas, baik di rumah, sekolah, maupun ruang publik,” ujar Sugiyo dalam seminar bertema Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan di Hotel Howard Johnson (Hojo) Pekalongan, Kamis (23/7/2026).

Selain seminar, Pemkot Pekalongan membuka layanan skrining kesehatan gratis bagi anak di UPT Puskesmas Krapyak Kidul. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi lebih awal kondisi kesehatan serta tumbuh kembang anak, sehingga anak yang memiliki faktor risiko dapat segera memperoleh penanganan dan tindak lanjut yang sesuai.

Dokter Spesialis Anak Tri Kusuma Wardani menyampaikan bahwa dari hasil skrining masih ditemukan sejumlah anak yang membutuhkan perhatian lebih, terutama terkait status gizi dan tumbuh kembang. “Alhamdulillah yang datang ke Puskesmas cukup banyak. Dari beberapa anak yang sudah diskrining, memang masih ada yang berat badannya kurang, dan ada juga yang mengalami masalah tumbuh kembang,” kata dokter yang akrab disapa Aan itu.

Ia mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan pemantauan kesehatan anak. Orang tua dianjurkan rutin membawa anak ke Posyandu maupun Puskesmas untuk memantau pertumbuhan secara berkala. Selain pemeriksaan rutin, pemenuhan gizi seimbang juga dinilai penting, termasuk asupan karbohidrat, protein, lemak, dan sayuran sesuai kebutuhan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Aan juga menyoroti perlunya pembatasan penggunaan gawai agar tidak mengganggu aktivitas fisik, interaksi sosial, maupun proses tumbuh kembang anak.

Salah satu peserta skrining, Dina Inayatillah, warga Kelurahan Krapyak, mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Menurutnya, pemeriksaan itu membantu orang tua memahami kondisi kesehatan anak secara lebih jelas. “Alhamdulillah kegiatan ini sangat membantu. Kita jadi tahu apa yang masih kurang dari anak. Tadi juga disarankan untuk memperbanyak asupan susu formula, karena berat badan anak naiknya masih agak sulit. Semuanya gratis, jadi sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPPA Kota Pekalongan Sriyana mengatakan rangkaian peringatan HAN 2026 juga diisi berbagai kegiatan edukatif. Materi yang diberikan mencakup psikologi anak, public speaking, literasi digital, hingga sosialisasi perlindungan anak di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut turut melibatkan Forum Anak Kota Batik (Fantatik).

Menurut Sriyana, penguatan kapasitas anak dan orang tua perlu dilakukan secara bersamaan agar anak tidak hanya tumbuh sehat, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi tantangan di era digital.

Ketua Forum Anak Kota Batik, Nesha Putri Nathania, menyambut positif rangkaian kegiatan tersebut. Ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, terutama mengenai psikologi, public speaking, dan literasi digital. “Saya senang bisa belajar tentang psikologi, public speaking, dan literasi digital. Semoga suara anak semakin didengar, dan hak-hak anak dapat terpenuhi dengan lebih baik,” katanya.