BERITA TERKINI
Penyuluhan di Desa Slatri Bahas Pencegahan Stunting dan Pedoman Gizi Seimbang

Penyuluhan di Desa Slatri Bahas Pencegahan Stunting dan Pedoman Gizi Seimbang

BREBES — Sebanyak 17 orang yang terdiri dari ibu hamil dan ibu yang memiliki balita mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pencegahan stunting di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Findy Dwita Kumala, S.ST., M.Gizi., dosen Program Studi Gizi Universitas Muhadi Setiabudi, serta Risma Sukmaningsih, mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Muhadi Setiabudi, sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sesi pertama, Risma Sukmaningsih menjelaskan stunting sebagai kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada seribu hari pertama kehidupan (HPK). Ia memaparkan sejumlah tanda stunting, antara lain tinggi badan lebih pendek dibanding anak seusianya, berat badan sulit naik, mudah sakit, serta anak tampak kurang aktif.

Risma juga menyampaikan dampak stunting, mulai dari hambatan perkembangan kognitif dan motorik dalam jangka pendek, hingga risiko postur tubuh pendek, produktivitas rendah, dan penyakit degeneratif saat dewasa. Upaya pencegahan yang ditekankan meliputi pemenuhan gizi ibu sejak kehamilan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian MP-ASI bergizi, pemantauan tumbuh kembang di Posyandu, imunisasi lengkap, serta menjaga sanitasi lingkungan.

Pada sesi berikutnya, Findy Dwita Kumala memaparkan konsep “Isi Piringku”, pedoman gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan RI yang menggantikan “4 Sehat 5 Sempurna” karena dinilai sudah tidak relevan. Ia menjelaskan komposisi satu piring makan yang dianjurkan, yakni separuh bagian diisi sayur dan buah, sementara separuh lainnya berisi makanan pokok serta lauk sebagai sumber protein hewani dan nabati.

Selain itu, peserta juga diimbau untuk minum air putih minimal delapan gelas per hari, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, serta membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Kedua sesi berlangsung interaktif. Peserta tampak antusias dengan mengajukan pertanyaan seputar pola makan anak dan cara memantau tumbuh kembang balita. Melalui kegiatan ini, para ibu di Desa Slatri diharapkan semakin memahami pola makan gizi seimbang dan mampu mengenali tanda stunting sejak dini.