BERITA TERKINI
Pengembangan Wisata Danau Semayang Didorong, Homestay dan Rencana Kedai Kuliner Disiapkan

Pengembangan Wisata Danau Semayang Didorong, Homestay dan Rencana Kedai Kuliner Disiapkan

Pengembangan wisata Danau Semayang di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus diarahkan agar memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dikma Lestari mendorong peningkatan kenyamanan pengunjung melalui pembenahan fasilitas penginapan, pengembangan kuliner, serta promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Peningkatan kunjungan wisatawan sepanjang tahun ini dinilai menjadi peluang untuk memperkuat layanan pendukung di kawasan danau. Perhatian wisatawan juga disebut meningkat seiring ramainya perbincangan di media sosial terkait fenomena surutnya air Danau Semayang saat musim kemarau, yang mendorong sebagian pengunjung datang untuk melihat langsung panorama danau.

Ketua Pokdarwis Dikma Lestari, Mariatul Husna, mengatakan lonjakan kunjungan perlu diimbangi pembenahan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan. Ia berharap wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga terdorong tinggal lebih lama sehingga dampak ekonomi bagi warga semakin besar.

“Dengan adanya dukungan dan perbaikan fasilitas, kami berharap pelayanan kepada wisatawan semakin baik. Pengunjung juga diharapkan bisa tinggal lebih lama sehingga masyarakat setempat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari pengembangan pariwisata Danau Semayang,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Selama ini, aktivitas wisatawan di Danau Semayang masih didominasi menikmati pemandangan, berfoto, makan, dan bersantai. Menurut pengelola, pengembangan penginapan, pilihan kuliner, serta promosi produk lokal berpotensi memperpanjang waktu kunjungan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah homestay yang dikelola Pokdarwis Dikma Lestari. Penginapan tersebut merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pariwisata, terdiri dari enam bangunan terpisah dengan masing-masing satu kamar. Pembangunannya dimulai sekitar 2023 dan rampung pada 2024, disertai bantuan perlengkapan seperti kasur, kulkas, dan kompor.

Namun, pemanfaatan homestay disebut belum optimal karena terkendala kerusakan instalasi air dan kebocoran atap. Sejumlah pipa dilaporkan bocor atau terputus sehingga pasokan air belum mengalir ke kamar-kamar.

“Untuk homestay, kendala yang masih kami hadapi adalah instalasi air dan atap yang bocor. Kondisi ini membuat fasilitas belum bisa digunakan secara maksimal, padahal kami berharap penginapan tersebut dapat menunjang kebutuhan wisatawan yang datang ke Danau Semayang,” kata Mariatul.

Sambil menunggu perbaikan, pengelola menyampaikan informasi kondisi penginapan kepada calon tamu. Jika fasilitas belum sesuai kebutuhan, wisatawan disarankan mencari alternatif penginapan di kawasan Kota Bangun.

Selain pembenahan homestay, Pokdarwis Dikma Lestari juga merencanakan pemanfaatan satu bangunan sebagai kedai kuliner pada 2027. Kehadiran kedai ini diharapkan melengkapi layanan wisata sekaligus menjadi tempat bersantai bagi pengunjung.

Rencana tersebut juga ditujukan untuk memperkenalkan kuliner lokal. Di Desa Semayang, sejumlah pelaku UMKM memproduksi olahan perikanan, seperti kerupuk ikan belida, abon ikan, dan ikan asin. Pokdarwis membantu promosi dengan mengarahkan wisatawan yang berminat agar membeli langsung kepada pelaku usaha.

Dengan bertambahnya ragam layanan, kunjungan ke Danau Semayang diharapkan tidak hanya memberi pengalaman rekreasi, tetapi juga membuka peluang transaksi bagi pelaku UMKM. Mariatul menyampaikan harapan adanya dukungan anggaran dan bantuan lanjutan untuk mempercepat pembenahan fasilitas serta pengembangan layanan wisata berbasis masyarakat.

“Harapan kami, fasilitas wisata bisa semakin lengkap, mulai dari penginapan hingga kedai kuliner. Produk UMKM masyarakat juga bisa semakin dikenal oleh pengunjung. Dengan begitu, pengembangan wisata dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Desa Semayang,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, menyambut baik keterlibatan pihak swasta dalam pengembangan objek wisata di daerah. Menurutnya, inisiatif pelaku usaha dalam membangun dan mengelola destinasi wisata merupakan potensi yang perlu terus didorong agar pilihan wisata semakin beragam.

“Kami berharap ke depan semakin banyak pihak yang tertarik mengembangkan objek wisata dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing kawasan,” katanya.

Dispar Kukar juga berharap pengembangan destinasi wisata melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata daerah sekaligus membuka peluang usaha dan memperkuat perekonomian masyarakat.