Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate menerima kunjungan Tim Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara untuk kegiatan monitoring dan evaluasi dapur, Selasa (21/7). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kelayakan sarana dapur, penerapan standar higiene dan sanitasi, serta kualitas bahan makanan yang disajikan kepada warga binaan.
Tim monitoring diterima oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Taufik Hadinoto, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Yuslizar, serta Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Presley Y. Hutapea.
Dalam peninjauan tersebut, tim mengecek kondisi dapur, kebersihan lingkungan pengolahan makanan, proses penyimpanan bahan makanan, hingga mekanisme penyajian makanan bagi warga binaan. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya memastikan layanan konsumsi di Lapas Ternate memenuhi aspek kelayakan, keamanan pangan, dan kesehatan untuk mendukung pelayanan pemasyarakatan serta proses pembinaan.
Kepala Lapas Ternate, Faozul Ansori, mengatakan pengelolaan dapur yang sesuai standar merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar warga binaan sekaligus komitmen lapas dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas.
“Makanan yang layak, sehat, dan higienis merupakan hak warga binaan yang harus dipenuhi. Karena itu, kami terus berupaya menjaga kualitas pengelolaan dapur sesuai standar agar dapat mendukung kesehatan warga binaan sekaligus menunjang keberhasilan proses pembinaan di dalam lapas,” ujar Faozul Ansori.
Sementara itu, Yuslizar menyebut hasil monitoring dan evaluasi akan digunakan sebagai bahan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan dapur dan pelayanan konsumsi di Lapas Ternate.
“Monitoring ini menjadi evaluasi yang konstruktif bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan makanan, mulai dari pengelolaan bahan makanan hingga penyajian. Dengan demikian, hak warga binaan dapat terpenuhi secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yuslizar.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Ternate menyatakan terus memperkuat komitmen penyediaan makanan yang layak, aman, dan higienis sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan serta keberhasilan pembinaan warga binaan.

