BERITA TERKINI
Pemkab Natuna Siapkan 10.300 Porsi Kuliner Gratis untuk Kenduri Rakyat

Pemkab Natuna Siapkan 10.300 Porsi Kuliner Gratis untuk Kenduri Rakyat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyiapkan 10.300 porsi kuliner gratis bagi masyarakat dalam kegiatan bertajuk Kenduri Rakyat. Program ini disebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus upaya mendorong kebersamaan dan memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Natuna, Moestofa Albakry, mengatakan Kenduri Rakyat digelar dalam rangka peringatan hari jadi ke-27 Kabupaten Natuna. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan kedua November 2026 di Pantai Piwang.

Moestofa menjelaskan, makanan yang dibagikan kepada warga akan dibeli Pemkab Natuna dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pendaftaran UMKM untuk mengikuti kegiatan itu telah dibuka. “Hari ini pendaftaran dibuka, jadi bagi pelaku UMKM yang berminat bisa mendaftar,” kata Moestofa.

Panitia membagi jenis kuliner yang disediakan ke dalam tiga kelompok, yakni kuliner nasional, tradisional, dan kekinian. Untuk kuliner nasional, menu yang disiapkan antara lain bakso, sate, mi ayam, soto, nasi goreng, serta mi goreng kuetiau. Kelompok kuliner tradisional mencakup mi saguk, kerenas, lempa, ipok-ipok ubi, ipok-ipok ikan, dan roti ghendong.

Sementara itu, kelompok kuliner kekinian meliputi rice ball, dimsum, chikuro, ayam sempol atau ayam celup, kebab, donat atau bomboloni, serta risol mayo atau ayam. Panitia membuka kuota untuk 73 UMKM, di luar pelaku usaha es krim dan Roti O.

Moestofa menegaskan, UMKM yang mendaftar wajib memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah beroperasi minimal tiga bulan, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), dan berdomisili di Natuna. Untuk menjaga kebersihan dan keamanan pangan, peserta juga diwajibkan menggunakan bahan segar dan layak konsumsi serta mengenakan celemek, sarung tangan, dan penutup kepala selama kegiatan berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, warga akan menerima kupon yang dapat ditukarkan ke UMKM yang lolos seleksi. Kupon tersebut kemudian ditukarkan kembali oleh pelaku UMKM kepada Pemkab Natuna untuk dijadikan uang.

Di sisi lain, Suharni, pelaku UMKM makanan tradisional, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai program Pemkab Natuna dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar. Menurutnya, kegiatan yang dipusatkan di satu lokasi dan melibatkan masyarakat luas memudahkannya menjangkau calon pembeli. “Alhamdulillah, tadi saya bisa daftar dan mudah-mudahan memenuhi syarat,” ucapnya.