BERITA TERKINI
Pasar Lambau Lawas di Malang Resmi Diluncurkan, Padukan Kuliner Tempo Dulu dan Edukasi Budidaya Anggur

Pasar Lambau Lawas di Malang Resmi Diluncurkan, Padukan Kuliner Tempo Dulu dan Edukasi Budidaya Anggur

Destinasi wisata tematik baru hadir di Kota Malang dengan menggabungkan kuliner tempo dulu, budaya Jawa, dan edukasi budidaya anggur. Bernama Pasar Lambau Lawas, lokasi ini memanfaatkan kawasan kampus Polbangtan di Jalan I.R. Rais dan resmi diluncurkan melalui grand launching pada Minggu (25/10).

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meresmikan langsung Pasar Lambau Lawas yang mengusung konsep wisata kuliner tradisional sekaligus edukasi. Ia menyebut kawasan tersebut bukan hanya ruang wisata baru, tetapi juga memiliki nilai personal karena menjadi tempat bermainnya semasa kecil. Wahyu juga menilai kawasan yang sebelumnya kurang termanfaatkan dan tidak terurus kini kembali hidup berkat inisiatif Duta PengAngguran bersama pihak-pihak terkait.

Menurut Wahyu, Pasar Lambau Lawas diharapkan menjadi tujuan masyarakat untuk menikmati wisata kuliner, mengenal budaya lokal, sekaligus belajar budidaya anggur di tengah kota. Ia menilai perpaduan wisata edukasi dan pasar kuliner tradisional dapat memberikan karakter tersendiri, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi, rekreasi, edukasi, dan perdagangan agar saling mendukung dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pasar Lambau Lawas sebelumnya telah menggelar soft launching pada 11 Oktober. Antusiasme masyarakat pada kegiatan tersebut disebut menjadi modal untuk mengembangkan destinasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan budidaya anggur di kawasan itu.

Ketua Panitia Pelaksana Pasar Lambau Lawas sekaligus Duta PengAngguran, Dwi Supriyanto, menjelaskan pasar ini dirancang untuk mengangkat kembali budaya Jawa melalui sajian kuliner tradisional. Di saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar.

Pada pelaksanaan grand launching, sebanyak 62 UMKM kuliner lokal ikut ambil bagian. Jumlah itu meningkat dibandingkan soft launching pada 11 Oktober yang melibatkan 50 UMKM. Dwi menyebut pihaknya menggandeng UMKM agar saling menguntungkan dan meramaikan wisata kuliner di Malang, dengan sajian yang dikemas bernuansa “jadul” untuk menghadirkan nostalgia kuliner.