Pangan Nusa Expo 2026 mencatat potensi transaksi sebesar Rp5,9 triliun, meningkat 40 kali lipat dibandingkan penyelenggaraan pada 2025. Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai capaian tersebut mencerminkan daya saing kuliner lokal di pasar domestik sekaligus menunjukkan peluang untuk bersaing di pasar global.
Pameran yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 itu menghimpun potensi transaksi dari kesepakatan ekspansi kuliner ke luar negeri, penjajakan bisnis (business matching), serta pembelian langsung selama acara. Budi menyebut inovasi dan penguatan promosi turut mendorong peningkatan capaian transaksi.
“Pangan Nusa Expo 2026 berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp5,9 triliun, melonjak 40 kali dari potensi transaksi gelaran 2025. Capaian transaksi ini menunjukkan kuliner lokal sudah berdaya saing di pasar dalam negeri serta dinilai layak untuk bersaing di pasar dunia,” ujar Budi dalam keterangannya, Senin, 19 Oktober 2026.
Kesepakatan ekspansi kuliner ke luar negeri mencatat potensi transaksi Rp5,9 triliun. Kerja sama tersebut menyasar lima negara, yakni Belanda, India, Malaysia, Arab Saudi, dan Mesir.
Sementara itu, kegiatan business matching menghasilkan potensi transaksi Rp46,85 miliar. Program ini mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan lokal dengan sekitar 50 perusahaan dari jaringan ritel, restoran, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI) Services.
Adapun transaksi pembelian langsung selama pameran mencapai Rp4,06 miliar untuk produk kuliner dan pangan kemasan.
Budi berharap transaksi yang tercipta selama Pangan Nusa Expo 2026 dapat berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya fasilitasi promosi dan kerja sama bisnis untuk memperluas akses pasar serta memperkuat daya saing UMKM pangan dan kuliner Indonesia. “Kami harap, transaksi yang tercipta di Pangan Nusa Expo 2026 dapat berkelanjutan,” kata Budi.
Selain menjadi ajang pameran, kegiatan ini juga diarahkan sebagai ruang penguatan daya saing UMKM. Sejumlah agenda yang digelar antara lain peluncuran program fasilitasi 4.100 barcode dan penguatan penjenamaan melalui program “500 Brand Go Global”.
Kegiatan tersebut juga mencakup penyerahan UKM Pangan Award kepada produk olahan Nusantara yang dinilai berdaya saing dan mampu berinovasi. Dalam kesempatan itu, Budi mendorong UMKM menyiapkan produk agar dapat memenuhi kebutuhan ritel modern, memperluas akses pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Pangan Nusa Expo 2026 menghadirkan produk pangan kemasan dan kuliner khas daerah dari 33 provinsi. Pameran ini menyasar pasar dalam dan luar negeri melalui konsep perdagangan antarpelaku usaha (business-to-business/B2B), sekaligus melayani penjualan langsung kepada konsumen (business-to-consumer/B2C).
Selama penyelenggaraan pada 14–18 Oktober 2026, Pangan Nusa Expo 2026 tercatat dihadiri 44.356 pengunjung dari dalam dan luar negeri.