BERITA TERKINI
Palopo Gastronomy Festival Dibuka, Dorong Penguatan Ekosistem Kuliner dan UMKM

Palopo Gastronomy Festival Dibuka, Dorong Penguatan Ekosistem Kuliner dan UMKM

Palopo Gastronomy Festival resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Palopo, Andi Poci, di Taman I Am Palopo City, Jumat (3/10/2026). Festival yang berlangsung selama tiga hari ini diposisikan sebagai langkah awal untuk memperkuat ekosistem gastronomi sekaligus mendorong Kota Palopo masuk nominasi kota kreatif di bidang gastronomi.

Sejumlah agenda dihadirkan dengan memadukan promosi kuliner lokal, edukasi, pengembangan bisnis, olahraga rekreatif, hingga pertunjukan seni. Kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Palopo.

Dalam sambutannya, Andi Poci menekankan bahwa kekayaan kuliner dan pangan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kreatif daerah. “Palopo memiliki potensi gastronomi yang perlu kita gali, konsolidasikan, dan kembangkan bersama. Kekayaan kuliner bukan hanya tentang makanan, tetapi juga menyangkut identitas, tradisi, kreativitas, dan peluang ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Andi Poci, pengembangan gastronomi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga masyarakat. Kolaborasi dinilai penting agar potensi lokal tidak hanya dikenal luas, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan.

“Festival ini kita harapkan menjadi titik awal untuk membangun langkah yang lebih terarah. Kita ingin potensi gastronomi Palopo tidak hanya dikenal, tetapi juga mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak langsung terhadap UMKM dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Ia juga menegaskan, upaya mendorong Palopo menuju nominasi kota kreatif gastronomi perlu disertai program berkelanjutan, penguatan potensi lokal, serta langkah konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palopo, Emil Nugraha Salam, menyebut Palopo Gastronomy Festival sebagai ruang untuk mempertemukan potensi kuliner, budaya, kreativitas, dan pengembangan pariwisata daerah. Ia menilai gastronomi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar makanan, karena mencakup bahan pangan, proses pengolahan, tradisi, budaya, hingga kreativitas masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik pariwisata.

“Gastronomi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kuliner. Di dalamnya terdapat cerita tentang bahan pangan, cara pengolahan, tradisi, budaya, hingga kreativitas masyarakat. Potensi inilah yang perlu kita dokumentasikan, promosikan, dan kembangkan agar memiliki nilai tambah bagi pariwisata dan ekonomi kreatif Palopo,” kata Emil.

Emil berharap festival tersebut dapat memperluas ruang promosi bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengenali kekayaan gastronomi daerah. Ia menambahkan, pengembangan gastronomi diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, melainkan dilanjutkan melalui program yang mampu memperkuat daya tarik destinasi, mendorong inovasi produk, serta memperluas akses pasar bagi UMKM.

Dari sisi ekosistem kreatif, Ketua Forum Kota Kreatif Palopo, Anugrah Ardhana, menilai festival ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, khususnya dalam menjadikan gastronomi sebagai identitas dan potensi unggulan Kota Palopo. “Festival ini menjadi momentum untuk menyatukan berbagai potensi yang selama ini tumbuh di masyarakat. Pelaku kuliner, komunitas, pemerintah, dan berbagai elemen kreatif perlu bergerak bersama agar gastronomi Palopo memiliki arah pengembangan yang jelas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Anugrah menjelaskan, upaya mendorong Palopo masuk nominasi kota kreatif bidang gastronomi membutuhkan kolaborasi konsisten, penguatan jejaring, pendokumentasian kekayaan gastronomi, serta keterlibatan aktif para pelaku dalam ekosistem kreatif. “Yang ingin kita bangun bukan hanya sebuah festival, melainkan ekosistem yang hidup. Potensi lokal harus memiliki ruang untuk berkembang, pelaku UMKM perlu mendapatkan manfaat, dan kekayaan gastronomi Palopo perlu semakin dikenal melalui kerja bersama,” lanjutnya.

Selama pelaksanaan tiga hari, rangkaian kegiatan yang digelar meliputi gastronomy forum, pameran gastronomi, bazar kuliner, lomba masak, workshop food photography, fun cupping, business matching, telusur rasa, fun riding, fun run, serta pentas seni. Forum gastronomi menjadi ruang diskusi untuk membahas potensi dan strategi pengembangan gastronomi daerah, sementara pameran dan bazar kuliner memberi kesempatan bagi UMKM memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen lebih luas.

Adapun business matching diarahkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra guna membuka peluang kerja sama bisnis. Sejumlah kegiatan edukatif seperti workshop food photography, fun cupping, dan telusur rasa juga disiapkan untuk memberi pengalaman bagi masyarakat dalam mengenal kreativitas, cita rasa, dan kekayaan gastronomi lokal. Kegiatan fun riding, fun run, dan pentas seni turut dihadirkan untuk melibatkan komunitas dan masyarakat dalam perayaan gastronomi Kota Palopo.

Secara keseluruhan, Palopo Gastronomy Festival diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan gastronomi yang terintegrasi dan berkelanjutan di Kota Palopo. Penguatan kapasitas pelaku usaha, perluasan jejaring bisnis, pendokumentasian kekayaan lokal, serta promosi produk daerah disebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem gastronomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian, sekaligus mendukung langkah strategis menuju nominasi kota kreatif di bidang gastronomi.