Kuliner lokal kerap dinilai kalah tenar dibanding makanan asing di kalangan anak muda. Menurut pakar, promosi makanan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan cerita atau narasi tentang kelezatan dan tradisi di baliknya.
Strategi yang lebih tepat diperlukan agar kuliner Indonesia bisa menarik minat generasi muda. Selain pendekatan promosi, pakar juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan dan kedekatan anak muda terhadap makanan lokal.
Dengan dukungan strategi yang sesuai serta keterlibatan keluarga, kuliner Indonesia dinilai memiliki peluang lebih besar untuk kembali diminati dan tidak tertinggal popularitasnya dari makanan asing.