Nagari Creative Hub (NCH) di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, menghadirkan 17 tenant usaha lokal yang menawarkan produk kuliner dan kriya. Kehadiran tenant tersebut menjadikan NCH sebagai ruang promosi sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat nagari.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat, Mahdianur, mengatakan pengembangan NCH tidak hanya ditujukan sebagai tempat berjualan bagi pelaku usaha, tetapi juga untuk membangun ekosistem ekonomi nagari yang dapat mendorong pertumbuhan dan pengembangan UMKM lokal.
Menurutnya, ragam tenant dengan produk dan karakter usaha yang beragam merupakan potensi yang perlu terus dikembangkan. Melalui NCH, pelaku usaha memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing.
“Di NCH Sungai Duo ini, kita menghadirkan beragam pilihan dengan menggandeng pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner hingga produk kriya lokal. Kita ingin tempat ini menjadi ruang tumbuh bagi UMKM nagari, sekaligus destinasi yang menarik bagi masyarakat untuk datang, berbelanja, dan menikmati produk-produk lokal,” ujar Mahdianur di Nagari Sungai Duo, Jumat (30/10/2026).
Pada kategori kuliner, terdapat 16 tenant yang menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman, yakni Sempol Ayam Mba Nila, Lotek Bude Sar, Mie Gacoan Teh Taty, Seblak Cerita Rasa, Mie Ayam Kedai Nusantara, Warung Minum Mba Lis, Warung Minum Bu Dewi, Yummy Food, Teh Anak Nagari, Tella Krez Mang Anda, Es Millo Arsya, Korean Food Atmam, Warung Pecel Mba Fitri, Warung Cemal Cemil Mba Nila, King Dimsum, dan Machaboy.
Sementara pada kategori kriya fashion, NCH Sungai Duo menghadirkan Batik Tanah Liek Citra Batik Dharmasraya yang menawarkan produk batik dengan kekhasan motif dan identitas budaya lokal.
Mahdianur menambahkan, pengembangan NCH juga diarahkan untuk mendorong pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi pemasaran. Selain melayani transaksi langsung, tenant didorong memanfaatkan platform digital, termasuk melalui siaran langsung atau live streaming untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
“Potensi UMKM nagari harus kita dorong agar tidak hanya dikenal di lingkungan sekitarnya. Dengan pendampingan dan pemanfaatan pemasaran digital, kita berharap produk-produk mereka bisa menjangkau konsumen yang lebih luas, bahkan hingga ke luar Sumatera Barat,” katanya.
Selain sebagai pusat aktivitas ekonomi, NCH Sungai Duo juga dirancang menjadi ruang interaksi dan kreativitas masyarakat. Sejumlah kegiatan seni dan budaya direncanakan untuk menambah daya tarik kawasan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berkembang bersama.
Melalui NCH, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap tumbuh pusat-pusat ekonomi kreatif berbasis potensi nagari yang dapat membuka peluang usaha, memperluas pemasaran produk lokal, serta memberi dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.