BERITA TERKINI
Museum Dawet Jabung Diaktifkan Kembali, Mahasiswa UMPO Dorong Wisata Kuliner Berbasis Warisan Budaya

Museum Dawet Jabung Diaktifkan Kembali, Mahasiswa UMPO Dorong Wisata Kuliner Berbasis Warisan Budaya

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMA Manajemen Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menghidupkan kembali Museum Dawet Jabung di Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Pengaktifan kembali museum tersebut ditandai melalui acara Relaunching Museum Dawet Jabung pada Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB itu diikuti lebih dari 60 peserta dan tamu undangan. Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa UMPO untuk mengoptimalkan fungsi museum sebagai ruang edukasi sejarah, budaya, dan kuliner lokal, sekaligus mendorong potensi wisata Desa Jabung.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa HIMA Manajemen UMPO, Dliyaau Muhammad, mengatakan revitalisasi museum dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, Pokdarwis, hingga unsur pendidikan. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung program tersebut.

“Revitalisasi Museum Dawet Jabung kami lakukan secara bertahap agar museum ini tidak hanya kembali aktif, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dliyaau Muhammad. Ia berharap museum dapat terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran sekaligus sarana mengenalkan potensi lokal Desa Jabung kepada masyarakat yang lebih luas.

Dliyaau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan program masih terdapat kekurangan. Menurutnya, dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak menjadi kunci keberlanjutan program.

Kepala Desa Jabung, Budi Ratno, menilai Museum Dawet Jabung memiliki nilai penting karena berkaitan dengan sejarah dan identitas masyarakat setempat. “Dawet Jabung bukan sekadar kuliner, tetapi bagian dari warisan budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Desa Jabung. Karena itu, sejarah dan keberadaannya perlu terus dikenalkan, terutama kepada generasi muda,” kata Budi Ratno.

Menurut Budi Ratno, museum dapat menjadi media untuk menjaga ingatan sejarah sekaligus memperkenalkan Dawet Jabung kepada generasi berikutnya. Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah desa terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan museum.

Dukungan terhadap keberlanjutan program disampaikan Wakil Rektor III UMPO, Dr. Sugeng Wibowo, M.Hum. Ia menjelaskan PPK Ormawa merupakan program yang memperoleh pendanaan dari program nasional Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

“Program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya mengembangkan kapasitas organisasi, tetapi juga terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Potensi lokal seperti Museum Dawet Jabung perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Sugeng Wibowo.

Rangkaian relaunching diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, dilanjutkan sambutan dari Ketua Pelaksana PPK Ormawa, Kepala Desa Jabung, dan Wakil Rektor III UMPO. Puncak acara ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Rektor III UMPO sebagai tanda museum kembali dibuka untuk umum.

Setelah peresmian, para tamu undangan mengikuti tur museum untuk melihat koleksi serta informasi mengenai sejarah dan perkembangan Dawet Jabung. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.