BERITA TERKINI
Moaci Gemini: Berawal dari Jajanan Rumahan, Hasil Terlihat Saat Perintisnya Berusia 60-an

Moaci Gemini: Berawal dari Jajanan Rumahan, Hasil Terlihat Saat Perintisnya Berusia 60-an

Moaci Gemini menjadi bagian dari perjalanan bisnis kuliner di Semarang sejak 1985. Di balik keberlangsungan usaha ini, tersimpan kisah perintisnya—seorang nenek yang memulai usaha makanan dari rumah dan baru merasakan hasil nyata ketika memasuki usia 60-an tahun.

Kisah tersebut disampaikan Direktur Moaci Gemini, Stefania Catharine, yang merupakan generasi ketiga penerus bisnis keluarga. Ia membagikan cerita itu dalam kegiatan UMKM Naik Level Bareng Polytron Semarang bertajuk “Dari Chat Jadi Omzet: Optimasi Data CRM & Whatsapp untuk Bisnis Kuliner” di Aroem Restaurant & Ballroom, Semarang, Selasa (27/10/2026).

Menurut Stefania, Moaci Gemini yang kini dikenal sebagai salah satu produk oleh-oleh khas Semarang pada awalnya tidak dibuat dengan target pasar wisatawan. Usaha tersebut bermula dari kebiasaan keluarga membuat jajanan pasar. Dari berbagai percobaan olahan yang dibuat, moaci kemudian menjadi produk yang dikembangkan.

“Beliau (nenek) membuat moaci ini memang keluarga kami itu keluarga yang sangat suka bikin jajan pasar, zaman dulu kecil. Nenek saya itu tangannya memang terampil, beliau akhirnya nyoba macam-macam yang akhirnya bisa jalan untuk (usaha) moaci ini,” ujar Stefania.

Ia menuturkan, pada masa awal, penjualan Moaci Gemini dilakukan dari rumah melalui jaringan pedagang, teman, dan saudara. Saat itu, belum ada toko khusus ataupun sistem distribusi seperti yang dikenal sekarang. Seiring waktu, keluarga melihat peluang untuk mengembangkan moaci sebagai produk oleh-oleh.

Stefania mengatakan perjalanan usaha sang nenek berlangsung panjang. Meski bisnis sudah dirintis sejak lama, hasil yang benar-benar terlihat baru datang ketika perintisnya berusia sekitar 60-an tahun.

“Nenek saya itu sukses di umur 60-an. Jadi mulai kelihatan hasilnya itu kira-kira beliau di usia 60-an tahun,” ungkapnya.

Setelah dirintis sang nenek, Moaci Gemini berkembang dengan dukungan generasi berikutnya. Stefania menyebut ayahnya turut berperan dalam memperluas penjualan, termasuk melalui kemampuan menawarkan produk dan membangun jaringan pelanggan.

“Jadi resilience papa saya itu luar biasa,” kata Stefania.

Ia menambahkan, mempertahankan bisnis yang sudah berjalan puluhan tahun menuntut kemampuan mengikuti perubahan tanpa meninggalkan identitas merek. Stefania sendiri telah terlibat dalam bisnis keluarga selama 12 tahun dan mengaku banyak belajar dari proses panjang yang dilalui Moaci Gemini.