BERITA TERKINI
Menu Telur di Program Makan Sekolah India Diganti Vegetarian Usai ISKCON Ditunjuk Kelola Penyediaan

Menu Telur di Program Makan Sekolah India Diganti Vegetarian Usai ISKCON Ditunjuk Kelola Penyediaan

Perubahan menu dalam program makan siang sekolah di India memicu kontroversi setelah pemerintah menunjuk organisasi keagamaan Hindu International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) untuk mengelola penyediaan makanan di ribuan sekolah. Seiring penunjukan tersebut, menu harian siswa tidak lagi menyertakan telur dan diganti dengan makanan vegetarian.

Sebelumnya, siswa di sekolah-sekolah yang mengikuti program ini menerima satu butir telur setidaknya sekali dalam sepekan sebagai bagian dari menu makan siang. Dalam skema baru, telur digantikan dengan sejumlah sumber protein nabati, seperti kedelai (soya), paneer atau keju cottage khas India, kacang merah (rajma), serta aneka kacang-kacangan dan lentil.

ISKCON menyatakan menu baru disusun bersama ahli gizi dan diklaim tetap mampu memenuhi kebutuhan protein maupun vitamin anak-anak. Pernyataan itu disampaikan ISKCON seperti dikutip Al Jazeera pada Rabu (15/7).

Namun, sejumlah ahli menilai sumber protein nabati memiliki kualitas biologis dan tingkat penyerapan yang berbeda, sehingga tidak selalu dapat menggantikan telur secara langsung.

Partai oposisi Trinamool Congress (TMC) menuding pemerintah yang dipimpin Partai Bharatiya Janata Party (BJP) berupaya memaksakan pola makan vegetarian kepada anak-anak sekolah melalui program bantuan pemerintah. Menurut kritik tersebut, pilihan makanan semestinya mempertimbangkan kebutuhan gizi dan kebiasaan masyarakat, bukan semata didasarkan pada pertimbangan ideologi atau keyakinan tertentu.

Program PM POSHAN sendiri dikenal sebagai salah satu program makan sekolah terbesar di dunia. Program yang dimulai secara nasional sejak 1995 ini menyediakan makan siang bergizi bagi sekitar 120 juta siswa setiap hari sekolah, dengan tujuan meningkatkan status gizi anak sekaligus mendorong angka partisipasi pendidikan, khususnya di kalangan keluarga berpenghasilan rendah.