BERITA TERKINI
Menjelajahi Kuliner Lokal Kediri: Dari Soto Legendaris hingga Jajanan Malam

Menjelajahi Kuliner Lokal Kediri: Dari Soto Legendaris hingga Jajanan Malam

Kuliner lokal di Kota Kediri masih bertahan sebagai bagian dari keseharian warga. Di tengah menjamurnya makanan modern dan gerai cepat saji, warung legendaris, jajanan pasar, hingga sentra makanan khas tetap menjadi pilihan, baik untuk sarapan, makan malam, maupun kebutuhan oleh-oleh.

Salah satu yang kerap dicari adalah Soto Podjok. Warung soto yang sudah lama dikenal masyarakat ini berada di kawasan pusat kota sehingga mudah dijangkau dari berbagai arah. Aktivitas jual beli dimulai sejak sekitar pukul 07.00 WIB dan biasanya berakhir sebelum malam. Soto disajikan dengan kuah bening, irisan daging ayam atau sapi, serta pelengkap sederhana seperti soun dan seledri. Harga per porsi berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000, dengan keramaian terlihat sejak pagi hingga menjelang siang, terutama pada hari kerja. Pengunjung didominasi pekerja, pedagang, dan warga sekitar yang menjadikan soto sebagai menu sarapan atau makan siang.

Pada malam hari, pecel tumpang menjadi salah satu kuliner yang mudah ditemui di sekitar kawasan Jalan Dhoho. Sejumlah lapak beroperasi di sepanjang dan sekitar jalur tersebut yang dikenal sebagai pusat aktivitas malam warga. Umumnya lapak mulai buka sekitar pukul 21.00 WIB dan bertahan hingga dini hari, rata-rata sampai pukul 03.00 WIB. Seporsi pecel tumpang disajikan berupa nasi dengan sayuran rebus dan sambal tumpang berbahan tempe fermentasi. Harga relatif terjangkau, berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000, dengan keramaian mulai meningkat setelah pukul 22.00 WIB seiring ramainya aktivitas malam di kawasan itu.

Selain kuliner siap santap, Kediri juga dikenal dengan tahu takwa yang telah lama menjadi identitas makanan khas daerah. Penjualan tahu takwa terpusat di beberapa sentra dan toko di dalam kota, dengan aktivitas penjualan umumnya berlangsung sejak pagi hingga sore. Harga bervariasi, mulai dari Rp5.000 per potong hingga paket oleh-oleh dengan harga puluhan ribu rupiah. Pembeli biasanya meningkat menjelang siang dan pada akhir pekan. Tidak hanya wisatawan, warga lokal juga rutin membeli tahu takwa untuk konsumsi harian maupun sebagai buah tangan.

Pilihan kuliner malam lainnya adalah Sate Ayam Pak Siboen yang dikenal cukup ramai. Warung ini beroperasi pada sore hingga malam hari, berada di jalur kota yang mudah dijangkau dan kerap menjadi titik singgah warga selepas beraktivitas. Menu utamanya sate ayam dengan bumbu kacang kental dan lontong. Harga satu porsi berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000. Keramaian biasanya meningkat setelah pukul 18.00 WIB, dengan pembeli datang silih berganti hingga jam tutup, baik pada hari biasa maupun akhir pekan.

Ragam pilihan tersebut menunjukkan kuliner lokal Kediri masih memiliki tempat kuat di tengah perubahan tren makanan. Dari menu pagi hingga sajian larut malam, warga dan pengunjung tetap dapat menemukan cita rasa yang lekat dengan keseharian kota.