Menjelajahi Jiufen Old Street di perbukitan Taiwan menghadirkan pengalaman yang memadukan kuliner, suasana gang-gang klasik, hingga jejak bangunan bersejarah. Begitu memasuki kawasan Jiufen, perjalanan rasa dimulai dari Jishan Street, tempat aroma minuman manis seperti milk tea dan aneka kudapan hangat menyambut pengunjung, termasuk taro ball dan grass cake. Di sepanjang jalur yang sama, wisatawan juga dapat menemukan mango jelly, pineapple cake, serta ragam teh seperti Alishan High Mountain Tea dan oolong tea.
Perjalanan menuju kawasan wisata ini diawali dari area parkir yang cukup luas. Dari titik tersebut, pengunjung masih perlu berjalan kaki menuruni jalan sekitar 500 meter untuk mencapai gerbang masuk Jiufen Old Street. Dalam perjalanan, pemandu wisata bernama Emma membagikan sejumlah tips, salah satunya mengenai keramahan para pedagang yang kerap menawarkan sampel makanan. Menurutnya, wisatawan bahkan bisa merasa kenyang lebih dulu hanya dari mencicipi sebelum memutuskan membeli.
Memasuki Jishan Street, deretan kedai dan kios oleh-oleh terlihat ramai. Peta kawasan yang menampilkan letak gerai kuliner khas Jiufen juga tersedia, memudahkan pelancong menelusuri pilihan jajanan yang beragam. Jalur pejalan kaki yang sempit dengan marka garis kuning tampak dipadati pengunjung, sementara lampion merah menggantung di sepanjang atap bangunan kayu bergaya klasik. Toko suvenir serta kedai teh lokal—termasuk yang menawarkan ginger tea dan red date longan tea—berjajar di kiri-kanan jalan, membentuk suasana oriental yang khas.
Di tengah ramainya kawasan, sebuah papan nama toko menarik perhatian: Xiang Xiang Pineapple Shortcake Specialty Shop. Penanda halal yang terpasang jelas pada papan tersebut menjadi sorotan tersendiri, terutama bagi wisatawan yang mencari pineapple cake yang diyakini sesuai kebutuhan mereka. Selain kue nanas, papan informasi toko itu juga menampilkan pilihan minuman dingin dan kopi yang dapat menjadi pelepas dahaga setelah berjalan di jalur Jiufen yang naik-turun.
Di sela lorong-lorong yang dipadati wisatawan, terdapat sudut lain yang tak kalah ikonik, yakni kantor pos Chunghwa Post cabang Jiufen. Bangunan ini dikenali dari lambang burung merpati hijau berukuran besar serta kotak surat dua warna: hijau untuk surat biasa dan merah untuk surat udara serta layanan kilat. Keberadaan kantor pos bergaya klasik di kawasan wisata pegunungan ini memberi nuansa seolah kembali ke masa lalu, terlebih karena kotak suratnya masih fungsional untuk menampung kartu pos dari para pelancong.
Di sekitar kantor pos, suasana khas distrik wisata berpadu dengan fasilitas modern, seperti mesin ATM dan papan informasi layanan pos di dinding. Kotak surat dengan penanda wilayah 224 juga menjadi spot yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto.
Perjalanan kemudian berlanjut menyusuri anak tangga ikonik Shuqi Road menuju destinasi yang dikenal luas, seperti Amei Tea House dan bangunan bersejarah Sheng Ping Theater yang memancarkan nuansa nostalgia. Dari tepian bukit, Jiufen menawarkan panorama dari ketinggian: lereng hijau yang mengarah ke pesisir dan teluk di kejauhan, rumah-rumah yang bertengger di sepanjang jalan berliku, serta hamparan laut tenang di bawah langit sore. Siluet pulau-pulau di batas cakrawala melengkapi pemandangan, menjadikan Jiufen tidak hanya destinasi kuliner, tetapi juga tempat untuk menikmati lanskap perbukitan Taiwan yang berkesan.