Bodrum, kota pesisir di Provinsi Muğla, Türkiye, kerap dikenal lewat marina kapal pesiar, hotel mewah, klub pantai, serta restoran berbintang MICHELIN. Namun, di balik geliat pariwisata tersebut, Bodrum juga menawarkan cara berwisata yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat setempat—mulai dari pelayaran tradisional, penelusuran kawasan bersejarah, hingga kuliner khas Aegea dan karya para pengrajin.
Terletak di pertemuan Laut Aegea dan Laut Mediterania, Bodrum menyimpan karakter kota yang dahulu dikenal sebagai desa nelayan. Mengurangi aktivitas yang serba terburu-buru dan meluangkan waktu untuk menikmati keseharian warga dapat menghadirkan perspektif berbeda tentang kota ini.
Pelayaran Biru dengan gulet
Laut memiliki hubungan erat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat Bodrum. Salah satu tradisi yang lahir dari kedekatan tersebut adalah Blue Voyage atau Pelayaran Biru, yang dapat dinikmati menggunakan gulet—kapal kayu tradisional yang pertama kali dibuat di Bodrum.
Dengan bentuk khas dan ruang yang lapang, gulet memungkinkan wisatawan menikmati perjalanan laut dalam suasana santai. Pelayaran ini juga memberi kesempatan menjangkau teluk yang lebih tenang dan menikmati pemandangan pesisir dari atas kapal. Beberapa lokasi yang dapat disambangi antara lain Aspat, Kissebükü, dan Karaada Poyraz, yang dikenal dengan perairan jernih serta lingkungan alam yang masih asri.
Berbeda dari kawasan yang lebih ramai seperti Gümbet, Bitez, dan Türkbükü, perjalanan menggunakan gulet menawarkan suasana yang lebih tenang. Wisatawan dapat menghabiskan waktu di laut, berenang, atau sekadar menikmati bentang alam sepanjang perjalanan.
Menyusuri jalanan dan warisan sejarah
Pengalaman mengenal Bodrum juga bisa dimulai dengan berjalan kaki melewati gang-gang sempit. Rumah bercat putih dan bunga bugenvil yang tumbuh di sepanjang jalan menciptakan pemandangan khas kawasan pesisir Mediterania. Di antara permukiman tersebut, terdapat kafe berukuran kecil, toko kue tradisional, butik, dan pasar lokal.
Berjalan tanpa tergesa-gesa memberi ruang untuk melihat sudut-sudut kehidupan kota yang kerap terlewat jika perjalanan hanya berfokus pada destinasi populer. Salah satu bangunan bersejarah yang dapat dikunjungi adalah Kastil Bodrum dari abad ke-15, yang kini menjadi lokasi Museum Arkeologi Bawah Air Bodrum. Museum ini menyajikan peninggalan arkeologi yang berkaitan dengan kehidupan maritim.
Pada musim panas, museum tersebut menjadi bagian dari program Night Museums Türkiye dan beroperasi hingga pukul 22.00, sehingga pengunjung memiliki pilihan untuk berkunjung pada malam hari.
Jejak masa lampau Bodrum juga dapat ditelusuri melalui Teater Kuno dan reruntuhan Mausoleum Halikarnassos. Dari Teater Kuno, pengunjung dapat melihat hamparan kota hingga garis pantai, sementara reruntuhan Mausoleum menjadi pengingat kedudukan penting Halikarnassos pada masa lalu.
Kuliner Aegea di tempat makan setempat
Wisata kuliner menjadi bagian lain dari upaya mengenal Bodrum lebih dekat. Selain restoran mewah, rumah makan setempat dan meyhane di sekitar Kastil Bodrum menawarkan suasana bersantap yang lebih dekat dengan keseharian warga.
Hidangan laut segar, meze Turki, dan anggur lokal termasuk pilihan yang dapat ditemui. Ragam sajian ini mencerminkan hubungan masyarakat pesisir dengan bahan makanan yang tersedia di kawasan Aegea. Salah satu hidangan yang disebut patut dikenali adalah çökertme kebab, perpaduan kentang renyah, daging bertekstur lembut, dan yoghurt dalam satu sajian khas.
Kerajinan tangan dan identitas lokal
Identitas Bodrum juga dapat ditemukan melalui karya para pengrajin lokal. Bengkel-bengkel kecil menjadi tempat pembuatan beragam benda yang mencerminkan keterampilan serta tradisi setempat. Sandal kulit yang dijahit dengan tangan termasuk produk yang dapat dijumpai.
Selain itu, pengrajin juga menghasilkan tekstil, perhiasan, serta benda dekoratif dengan motif khas Aegea. Kerajinan tersebut tidak hanya bernilai sebagai barang bawaan, tetapi juga merepresentasikan tradisi yang terus dipertahankan.
Pada akhirnya, menikmati Bodrum dari sudut pandang warga setempat membuka pengalaman yang lebih beragam—dari pelayaran di perairan tenang, berjalan kaki menyusuri kota, mengunjungi situs bersejarah, mencicipi santapan lokal, hingga mengenal karya pengrajin—yang memperlihatkan sisi lain Bodrum di luar kemewahan resor.