BERITA TERKINI
Menjelajah Jajanan Lokal Khas Temanggung di Pasar Papringan Ngadiprono

Menjelajah Jajanan Lokal Khas Temanggung di Pasar Papringan Ngadiprono

Pasar Papringan Ngadiprono di Kedu, Temanggung, menawarkan pengalaman mencicipi kuliner lokal khas Temanggung di tengah rerimbunan pohon bambu. Suasana pasar yang berada di area bambu ini menghadirkan nuansa berbeda, sekaligus mengajak pengunjung menikmati kudapan tradisional.

Di pasar ini, pengunjung dapat bernostalgia lewat aneka jajanan jadul yang disebut mulai jarang ditemui. Jajanan yang disajikan diklaim diolah tanpa pengawet serta bebas gluten atau bahan tepung, dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar.

Selain kuliner, Pasar Papringan juga menjajakan beragam hasil bumi serta mainan jadul yang dibuat dari kayu maupun bambu. Kehadiran produk-produk tersebut memperkuat kesan pasar tradisional yang menonjolkan unsur lokal dan kerajinan berbahan alam.

Pasar ini tidak buka setiap hari, melainkan mengikuti penanggalan Jawa, yakni pada Ahad Wage dan Ahad Pon. Pengalaman berbelanja juga dibuat berbeda melalui sistem transaksi tradisional menggunakan mata uang “Pring”, yang disebut kini memiliki nilai Rp 2.500 per keping.

Pengunjung yang datang perlu menukarkan uang, baik tunai maupun melalui sistem berkode, menjadi mata uang Pring sebelum bertransaksi. Konsep ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan suasana pasar tradisional dengan pendekatan yang khas.

Melalui aktivitas kuliner, penjualan hasil bumi, hingga penggunaan mata uang khusus, Pasar Papringan digambarkan sebagai salah satu cara menjaga kebudayaan, kekayaan hayati, dan tradisi kuliner setempat. Area bambu yang dimanfaatkan sebagai ruang pasar juga ditampilkan sebagai bagian dari konsep pasar tradisional yang ramah lingkungan.