BLITAR — Mengenal sebuah kota tidak selalu harus lewat bangunan bersejarah atau menelusuri jalan-jalan lamanya. Bagi sebagian orang, pengalaman itu justru terasa lebih dekat ketika dilakukan dari meja makan, melalui cita rasa yang akrab dengan keseharian masyarakat setempat.
Hal itu pula yang bisa dirasakan saat berkunjung ke Blitar. Kota yang dikenal memiliki sejarah panjang ini juga menyimpan ragam kuliner lokal yang tumbuh dari tradisi, bahan-bahan setempat, serta kebiasaan makan sehari-hari. Kekayaan rasa tersebut kini dapat dinikmati dalam satu rangkaian sajian di The Colony Restaurant, Hotel Tugu Blitar, yang menghadirkan sejumlah menu khas daerah dengan mempertahankan karakter dan cita rasa lokal.
Sejumlah hidangan yang lazim ditemui di warung atau sudut-sudut kota disajikan dalam suasana restoran heritage, tanpa melepaskan ciri rasa yang menjadi identitasnya. Salah satunya Sego Uceng, yakni nasi yang disajikan bersama ikan uceng goreng yang dibuat renyah. Sajian sederhana ini menggambarkan pemanfaatan hasil perairan sebagai bagian dari tradisi kuliner masyarakat setempat.
Menu lain yang ditampilkan adalah Wader Goreng, ikan kecil yang digoreng hingga garing dan telah lama dikenal dalam tradisi makan masyarakat Jawa Timur. Teksturnya yang renyah dan rasa gurihnya membuat hidangan ini kerap dinikmati bersama nasi hangat dan pelengkap lain.
Untuk penutup, tersedia Es Pleret, minuman tradisional khas Blitar yang menawarkan sensasi manis dan segar. Setelah rangkaian hidangan gurih, Es Pleret menjadi penyeimbang yang menyegarkan.
Melalui Sego Uceng, Wader Goreng, hingga Es Pleret, pengunjung diajak melihat Blitar dari sudut yang berbeda: lewat rasa yang tumbuh dari keseharian dan tradisi kuliner lokal.