BERITA TERKINI
Mama Khas Banjar: Dari Usaha Rumahan di Masa Pandemi hingga Perluas Pasar Lewat Digitalisasi dan Akses Modal

Mama Khas Banjar: Dari Usaha Rumahan di Masa Pandemi hingga Perluas Pasar Lewat Digitalisasi dan Akses Modal

Banjarmasin—Di tengah ketidakpastian ekonomi pada 2020 akibat pandemi, Firli Norachim bersama istrinya, Ani Andriani, memulai usaha Mama Khas Banjar di Banjarmasin. Berangkat dari usaha rumahan penghasil ikan asin, keduanya berupaya mengubah nasib dengan mengangkat kuliner khas Kalimantan Selatan agar dikenal lebih luas.

Mama Khas Banjar dirintis dari rumah kontrakan sederhana dengan memanfaatkan hasil laut nelayan pesisir Kotabaru dan Pelaihari. Firli menyebut nama usaha itu memuat filosofi “ada cinta di setiap olahan mama”, yang menggambarkan kehangatan masakan rumah dan kampung halaman.

Di masa awal merintis, Firli menggunakan tabungan emas senilai Rp5 juta sebagai modal. Tantangan bertambah karena keduanya masih bekerja sebagai karyawan—Firli di bidang farmasi dan Ani di industri kosmetik. Seusai bekerja, mereka membagi waktu untuk mengemas produk dan mengurus pesanan. Firli mengenang keterbatasan modal, tenaga, dan waktu, namun ia menilai kondisi itu bukan alasan untuk berhenti.

Seiring waktu, kapasitas produksi meningkat. Usaha yang semula mengelola sekitar 20 kilogram ikan asin per bulan berkembang menjadi 1–2 ton per bulan. Mama Khas Banjar juga berinovasi pada produk lain, termasuk abon ikan yang awalnya diproduksi dari 5 kilogram bahan baku dan terus meningkat mengikuti permintaan.

Perkembangan usaha turut mendorong perubahan skala operasional. Dari memperluas rumah kontrakan, mereka kemudian menyewa ruko satu pintu, hingga akhirnya mengoperasikan dua outlet resmi dan mempekerjakan 17 karyawan. Kini, Mama Khas Banjar menawarkan beragam oleh-oleh khas, mulai dari abon, amplang, sambal, sirup lokal, dodol, hingga frozen food.

Dalam situasi pembatasan aktivitas selama pandemi, Firli dan Ani memperkuat penjualan online melalui marketplace untuk menjangkau pelanggan hingga luar Kalimantan. Pada 2023, Mama Khas Banjar bergabung sebagai merchant GrabMart. Firli menyebut langkah itu dilakukan dengan menambah katalog dan mengikuti program promo, karena pelanggan menginginkan kemudahan pemesanan melalui aplikasi dan pengantaran langsung.

Menurut Firli, digitalisasi membantu memperluas jangkauan dan visibilitas usaha, sekaligus memudahkan pengelolaan operasional berbasis data. Kehadiran di GrabMart juga membuat pelanggan bisa membeli oleh-oleh khas Banjar tanpa harus datang langsung ke toko.

Digitalisasi turut diterapkan pada sistem pembayaran. Untuk mempermudah transaksi, Firli mengintegrasikan pembayaran digital melalui QRIS OVO. Sebelumnya, operasional harian masih banyak mengandalkan uang tunai dan transfer konvensional yang memerlukan pengecekan manual. Dengan QRIS, notifikasi transaksi dapat diterima secara real-time, sehingga membantu meminimalkan risiko kesalahan pencatatan dan mempercepat proses pembukuan harian.

Sejalan dengan pertumbuhan usaha, kebutuhan modal pun meningkat, mulai dari kebutuhan stok lebih besar, inovasi produk, hingga pengembangan kapasitas operasional. Firli kemudian mengakses GrabModal Mantul by OVO Finansial, fasilitas pendanaan untuk mitra merchant di ekosistem Grab. Tambahan modal tersebut digunakan antara lain untuk pengembangan produk, termasuk ikan asin kemasan oleh-oleh, yang menurut Firli memerlukan biaya uji coba, penyesuaian rasa, pengemasan, hingga pengujian penerimaan pasar.

Firli mengatakan tambahan modal membantu usaha menyediakan stok lebih banyak agar penjualan meningkat. Ia juga menilai skema pemotongan harian memudahkan karena tidak perlu mengelola cicilan bulanan atau tanggal jatuh tempo secara manual, sehingga ia dapat lebih fokus pada penjualan harian.

Dalam catatan layanan tersebut, lebih dari 445.000 mitra UMKM yang terdiri dari merchant dan mitra pengemudi di Indonesia telah mengakses pendanaan lebih dari Rp6 triliun melalui GrabModal sejak diluncurkan. Melalui GrabModal Mantul by OVO Finansial, mitra pengemudi dan merchant dapat mengakses pendanaan yang disebut telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan proses cepat, cicilan ringan, dan skema pembayaran harian.

Mama Khas Banjar juga sempat mengikuti program Kota Masa Depan: Berani Digital di Banjarmasin, program pendampingan digitalisasi UMKM oleh Grab, OVO, dan OVO Finansial. Disebutkan, berkat pelatihan dan pendampingan—mulai dari strategi pengembangan usaha hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan—transaksi harian Mama Khas Banjar di GrabMart meningkat hingga dua kali lipat.

Kisah Firli dan Ani menggambarkan upaya UMKM lokal bertahan dan tumbuh melalui kombinasi ketekunan, inovasi produk, serta pemanfaatan ekosistem digital—mulai dari akses pasar, sistem pembayaran, hingga pendanaan—untuk membawa cita rasa khas daerah menjangkau pasar yang lebih luas.