Kecamatan Malinau Selatan Hilir meraih Juara I dalam lomba kuliner berbahan baku lokal yang digelar untuk memeriahkan perayaan Irau ke-12 Kabupaten Malinau. Kegiatan berlangsung di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Minggu (25/10/2026) sore.
Lomba ini diikuti Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Malinau. Ajang tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk menampilkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian makanan, minuman, serta produk olahan yang memiliki nilai tambah.
Berdasarkan penilaian dewan juri, Kecamatan Malinau Selatan Hilir menempati posisi pertama. Kecamatan Pujungan meraih Juara II, sedangkan Kecamatan Mentarang berada di peringkat ketiga.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, mengapresiasi beragam kreasi kuliner yang ditampilkan peserta. Ia menilai setiap kecamatan memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Namun, Wempi mengingatkan agar pengembangan kuliner berbahan baku lokal tetap diimbangi dengan upaya menjaga kelestarian alam dan keberlanjutan ketersediaan bahan baku. Ia mencontohkan pemanfaatan ikan sungai sebagai bahan utama berbagai sajian kuliner, yang di beberapa kecamatan menghadapi keterbatasan ketersediaan karena potensi sumbernya berada di wilayah kecamatan lain.
“Potensi ini harus dijaga. Jangan sampai ketika produknya terus dikembangkan, sumber bahan bakunya justru hilang. Karena itu, keberlanjutan potensi daerah perlu menjadi perhatian kita bersama,” kata Wempi.
Ia berharap lomba kuliner berbahan baku lokal dapat terus dilaksanakan sebagai sarana melatih kreativitas masyarakat, memperkenalkan produk unggulan setiap kecamatan, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Malinau juga mendorong agar kekayaan bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain menjadi bagian dari kemeriahan Irau ke-12, lomba tersebut diharapkan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap potensi daerah serta mendorong pelestarian sumber daya alam sebagai penopang keberlanjutan usaha kuliner lokal.