BERITA TERKINI
Mahasiswi di Kupang Jalankan Usaha Kuliner "Jajanan Duatuju" di Tengah Kesibukan Kuliah

Mahasiswi di Kupang Jalankan Usaha Kuliner "Jajanan Duatuju" di Tengah Kesibukan Kuliah

Menjalankan usaha di tengah kesibukan menempuh pendidikan tinggi dijalani Mita, pemilik usaha kuliner “Jajanan Duatuju” di Kota Kupang. Berbekal latar belakang pendidikan SMK Tata Boga, Mita menyalurkan minat memasaknya menjadi kegiatan produktif sekaligus peluang usaha.

Mita menuturkan, ide membuka usaha muncul karena ia memiliki waktu luang saat kuliah, terutama dari Jumat hingga Minggu. Waktu tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berjualan sebagai tambahan uang saku.

“Awalnya karena punya banyak waktu luang pas kuliah dari Jumat sampai Minggu, jadi daripada hanya berbaring saja, saya putuskan buka usaha untuk tambah-tambah uang jajan,” ungkap Mita dalam program Teras UMKM Pro 4 RRI Kupang, Kamis, 15 Oktober 2026.

Dalam menjalankan usahanya, Mita menyebut menjaga kualitas bahan baku agar tetap segar serta membuka diri terhadap kritik dan masukan pelanggan sebagai kunci mempertahankan loyalitas konsumen di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat.

“Makanya setiap kali habis jualan saya selalu bilang, ‘Kalau misalnya ada yang kurang kasih tahu biar nanti saya perbaiki...’,” kata Mita.

Untuk produksi harian, Mita rata-rata membuat sekitar 20 mika gemblong. Seluruh proses dikerjakan secara mandiri dengan waktu pengerjaan sekitar dua jam.

Dari sisi pemasaran, ia memanfaatkan platform digital seperti TikTok dan WhatsApp untuk menjangkau pembeli. “Di sini kita pakai media sosial TikTok dan juga WhatsApp atas nama jajanan 27,” ujarnya.

Ke depan, Mita berharap dapat memperluas jangkauan usahanya. Ia juga memiliki cita-cita membuka toko kue sendiri serta merencanakan pengembangan ke sejumlah wilayah, seperti Kefamenanu dan Atambua.

“Mimpi yang belum dicapai mungkin kayak punya toko kue ya. Jadi itu masih jadi mimpi terbesar saya, pengen punya bakery, punya toko kue gitu,” ucapnya.

Melalui pengalamannya, Mita berpesan kepada generasi muda dan sesama mahasiswa agar berani memulai langkah kecil dalam berwirausaha tanpa takut menjalani proses yang ada.