BERITA TERKINI
Mahasiswa KKN UNNES Gelar Program TAMASYA di TK ABA 3 Kedungtalang, Fokus PHBS, Percaya Diri, dan Pantau Gizi Anak

Mahasiswa KKN UNNES Gelar Program TAMASYA di TK ABA 3 Kedungtalang, Fokus PHBS, Percaya Diri, dan Pantau Gizi Anak

BLORA — Tim Giat 16 Kesehatan KKN Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kelompok 36 menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) di TK ABA 3 Kedungtalang, Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Rabu (15/7/2026). Program yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) LPPM UNNES bekerja sama dengan TK ABA 3 Kedungtalang ini menitikberatkan pada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, penguatan kesehatan mental anak melalui penanaman rasa percaya diri, serta pemantauan status gizi sejak usia dini.

Sasaran kegiatan adalah murid TK Kelas B yang berada pada masa golden age, periode yang dinilai penting dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat, perkembangan sosial-emosional, dan pertumbuhan fisik. Kegiatan ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).

Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh kebutuhan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan teknik yang benar untuk mencegah penularan penyakit infeksi. Selain itu, penguatan rasa percaya diri dipandang penting untuk mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Di sisi lain, pemantauan status gizi melalui pengukuran antropometri dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi permasalahan gizi, seperti stunting, gizi kurang, maupun gizi lebih.

Dalam pelaksanaannya, rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengenalan materi menggunakan presentasi yang dirancang menarik agar mudah dipahami anak. Selanjutnya, peserta mendapat edukasi mengenai cuci tangan pakai sabun (CTPS). Mahasiswa memberikan demonstrasi enam langkah CTPS, kemudian anak-anak mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan.

Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi kesehatan mental yang menekankan pentingnya memiliki rasa percaya diri, berani menyampaikan pendapat, serta menghargai diri sendiri dan teman sebaya. Materi disampaikan secara interaktif melalui permainan dan komunikasi dua arah.

Menjelang penutupan, mahasiswa melakukan pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan pada setiap peserta didik. Pengukuran ini ditujukan untuk memantau pertumbuhan anak sekaligus menjadi informasi awal dalam pemantauan tumbuh kembang.

Perwakilan Tim Giat 16 Kesehatan KKN UNNES Kelompok 36 menyatakan program tersebut dirancang untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus mendukung perkembangan fisik dan psikologis anak sejak dini. “Melalui Program TAMASYA, kami ingin menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini, membangun rasa percaya diri anak, serta membantu memantau pertumbuhan mereka melalui pengukuran antropometri. Harapannya, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan, Lutfi Muzaqi, S.K.M., M.K.K.K., menilai pendidikan kesehatan pada anak usia dini merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. “Masa usia dini merupakan periode yang sangat menentukan bagi tumbuh kembang anak. Melalui edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, penguatan kesehatan mental, serta pemantauan status gizi, anak memperoleh bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat di masa mendatang. Kegiatan ini sejalan dengan implementasi SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” kata Lutfi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta disebut antusias mengikuti demonstrasi cuci tangan, permainan edukatif terkait kesehatan mental, serta proses pengukuran antropometri. Dukungan guru dan pendamping sekolah turut menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Tim KKN berharap kebiasaan hidup bersih, penguatan rasa percaya diri, dan pemantauan pertumbuhan anak dapat dilanjutkan oleh guru dan orang tua dalam keseharian. Program TAMASYA menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES bersama TK ABA 3 Kedungtalang sebagai mitra.