BERITA TERKINI
Mahasiswa FISIP UHAMKA Gelar Pelatihan Hidroponik untuk Dukung Pangan Bergizi Keluarga

Mahasiswa FISIP UHAMKA Gelar Pelatihan Hidroponik untuk Dukung Pangan Bergizi Keluarga

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) menggelar kegiatan bertajuk “Pangan Bergizi dari Lahan Mini: Pelatihan Hidroponik untuk Keluarga Sehat” pada Selasa (9/12/2025) di Markaz Kepal, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

Pelatihan ini menyasar ibu hamil, ibu muda, kader posyandu, serta warga sekitar. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB dan dikemas sebagai program pengabdian kepada masyarakat yang menitikberatkan pada isu gizi, pencegahan stunting, serta upaya mendorong kemandirian pangan keluarga di kawasan perkotaan.

Di tengah keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan sehat, hidroponik diperkenalkan sebagai alternatif yang dinilai praktis. Metode budidaya tanpa tanah ini memungkinkan warga menanam sayuran di rumah dengan cara yang relatif mudah, hemat tempat, dan ramah lingkungan.

Ketua Umum Gerakan Teman Berbagi, Abi Hakim Rusyadi, hadir sebagai pemateri utama. Ia menekankan bahwa hidroponik tidak hanya berkaitan dengan teknik bercocok tanam, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pemberdayaan sosial untuk memperkuat ketahanan keluarga.

“Ketika keluarga mampu memproduksi pangannya sendiri, khususnya sayuran bergizi, maka ketergantungan terhadap pasar bisa berkurang. Ini juga menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, terutama bagi ibu hamil dan anak. Peserta juga mendapat penjelasan tentang manfaat sayuran hijau seperti bayam dan kangkung yang disebut kaya zat besi, asam folat, dan vitamin, serta berperan dalam pencegahan anemia dan mendukung tumbuh kembang anak.

Selama pelatihan, suasana berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menyimak paparan, tetapi juga berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pemenuhan gizi keluarga dalam keseharian. Sejumlah peserta mengaku baru menyadari bahwa upaya menyediakan pangan sehat dapat dimulai dari rumah tanpa biaya besar.

Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan pada dasar-dasar hidroponik, mulai dari media tanam, nutrisi, hingga perawatan tanaman. Dalam praktik, peserta mencoba menanam benih bayam dan kangkung dengan sistem hidroponik sederhana. Metode praktik langsung ini ditujukan agar peserta lebih mudah memahami tahapan menanam dan terdorong untuk menerapkannya di rumah.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar perawatan tanaman, waktu panen, hingga peluang pemanfaatan hasil tanam sebagai tambahan ekonomi keluarga. Panitia juga memberikan pendampingan awal untuk membantu peserta setelah pelatihan berakhir.

Penyelenggara menyebut kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga nilai pemberdayaan masyarakat dan tanggung jawab sosial. Pelatihan hidroponik menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, komunitas, dan warga dalam merespons persoalan gizi dan kesehatan.

Secara lebih luas, program ini juga dikaitkan dengan prinsip triple bottom line—people, planet, dan profit. Dari sisi people, kegiatan mendorong kesadaran kesehatan keluarga; dari sisi planet, hidroponik dipandang hemat air dan minim limbah; sementara dari sisi profit, hasil panen dinilai berpotensi menjadi tambahan penghasilan skala rumah tangga.

Melalui kegiatan “Pangan Bergizi dari Lahan Mini”, mahasiswa FISIP UHAMKA berharap masyarakat terdorong membangun pola hidup sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi upaya menghadirkan peran mahasiswa di luar ruang kelas melalui kegiatan langsung di tengah masyarakat.