Pakaian yang disimpan terlalu lama di lemari lembap kerap memunculkan bercak hitam atau putih akibat jamur. Selain membuat baju tampak kusam dan kotor, jamur juga menimbulkan bau apek yang bisa bertahan meski pakaian sudah dicuci berulang kali. Kondisi ini sering terjadi saat musim hujan atau ketika pakaian tidak dikeringkan secara sempurna.
Meski terlihat sepele, jamur yang dibiarkan terlalu lama dapat merusak serat kain. Namun, pakaian yang berjamur tidak selalu harus dibuang. Sejumlah bahan dapur dapat dimanfaatkan untuk membantu mengangkat jamur sekaligus mengurangi bau yang menempel.
1. Rendam dengan cuka putih
Cuka putih dikenal sebagai bahan serbaguna untuk mengatasi noda, termasuk jamur. Sifat asamnya membantu melunakkan struktur jamur sehingga lebih mudah terangkat saat dicuci, sekaligus membantu mengurangi bau apek.
Caranya, campurkan satu gelas cuka putih ke dalam satu ember air hangat, lalu rendam pakaian selama 30–60 menit. Setelah itu, kucek lembut bagian yang berjamur, bilas, dan cuci seperti biasa. Untuk noda yang lebih membandel, cuka dapat dituang langsung ke area jamur, didiamkan beberapa menit, lalu digosok pelan menggunakan sikat halus.
2. Gunakan baking soda untuk jamur yang mengering
Jika jamur sudah mengering dan menempel kuat, baking soda dapat membantu mengangkatnya. Teksturnya yang sedikit abrasif membantu membersihkan noda tanpa merusak serat kain, sekaligus menyerap bau tidak sedap.
Buat pasta dari baking soda dan sedikit air, lalu oleskan ke bagian yang berjamur. Gosok perlahan dengan sikat gigi bekas atau kain lembut, diamkan sekitar 15 menit, kemudian bilas. Untuk membantu hasil saat mencuci, satu sendok makan baking soda juga dapat ditambahkan ke deterjen.
3. Campuran garam dan lemon untuk noda membandel
Kombinasi garam dan lemon kerap digunakan sebagai cara tradisional untuk mengangkat jamur dan membantu mencerahkan kain. Garam bersifat abrasif, sementara lemon memiliki sifat asam.
Peras lemon ke bagian pakaian yang berjamur, taburkan garam secukupnya, lalu gosok lembut agar meresap ke serat kain. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari selama 30 menit. Sinar matahari disebut membantu membunuh sisa jamur dan mempercepat proses pemutihan alami. Setelahnya, cuci pakaian seperti biasa.
4. Larutan air panas dan sabun cuci piring
Sabun cuci piring dapat membantu meluruhkan jamur karena kandungan surfaktannya, terutama bila dipadukan dengan air panas yang membantu membuka pori kain. Metode ini dinilai efektif untuk jamur ringan hingga sedang.
Campurkan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam air panas, rendam pakaian selama 20–30 menit, lalu kucek bagian yang terkena jamur. Jika noda masih terlihat, proses bisa diulang sebelum mencuci dengan deterjen biasa. Cara ini disebut aman untuk sebagian besar kain, kecuali bahan sensitif seperti wol, sutra, atau kain dengan finishing khusus.
5. Air garam sebagai disinfektan alami
Untuk cara yang sederhana, air garam dapat digunakan sebagai alternatif. Selain membantu mengangkat jamur, garam disebut dapat berfungsi sebagai disinfektan alami yang menghambat pertumbuhan jamur baru. Metode ini cocok untuk jamur yang tidak terlalu parah atau sebagai perawatan setelah metode lain.
Larutkan dua hingga tiga sendok makan garam ke dalam satu ember air hangat, rendam pakaian selama 30–45 menit, lalu kucek perlahan pada bagian noda. Proses dapat diulang jika diperlukan. Air garam juga disebut aman untuk hampir semua jenis kain.
Dengan memanfaatkan bahan-bahan dapur tersebut, jamur pada pakaian dapat ditangani tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Sejumlah metode ini juga dinilai mudah dilakukan di rumah.

