BERITA TERKINI
Libur 2 September di Da Lat, Wisatawan Cenderung Memilih Relaksasi dan Kuliner Lokal

Libur 2 September di Da Lat, Wisatawan Cenderung Memilih Relaksasi dan Kuliner Lokal

Menjelang libur Hari Nasional 2 September, minat wisata tercatat meningkat di jaringan Vietravel. Hingga 25 Agustus, sekitar 16.000 pelanggan telah mendaftar untuk tur selama periode liburan tersebut di seluruh sistem Vietravel, naik 32% dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Da Lat menjadi salah satu destinasi populer di wilayah Selatan, namun pola berwisata dinilai berubah dibandingkan musim puncak liburan musim panas. Setelah puncak musim panas berakhir, kota ini memasuki periode yang lebih tenang. Pelaku pariwisata pun disebut lebih memusatkan penawaran pada tiga kelompok pengalaman: relaksasi, olahraga serta aktivitas luar ruang, dan menikmati budaya maupun kuliner lokal.

Menurut Vietravel, wisatawan domestik menyumbang sekitar 11.000 kedatangan atau hampir 70% dari total wisatawan. Sejumlah rute utama dilaporkan sudah terisi 70–80%.

Di wilayah Selatan, permintaan perjalanan tersebar ke kawasan pantai, dataran tinggi, hingga Delta Mekong, termasuk Da Lat. Paket wisata ditawarkan mulai 2,19 juta VND per orang, dengan program 3 hari/2 malam dan 4 hari/3 malam mendominasi pilihan.

Direktur cabang Vietravel Lam Dong, Vo Anh Tuan, menilai wisatawan tahun ini lebih berhati-hati dalam mengatur waktu dan anggaran. Ia mengatakan, alih-alih memilih perjalanan jauh atau memperpanjang durasi liburan, wisatawan cenderung memprioritaskan rencana perjalanan yang sesuai, nyaman, dan memberi pengalaman yang bernilai.

Di Da Lat, pengelola kawasan wisata juga disebut mengarah pada konsep memusatkan pengalaman di satu lokasi guna mengurangi kebutuhan wisatawan untuk berpindah-pindah. Direktur kompleks hiburan TTC Hospitality (Perusahaan Pariwisata Thanh Thanh Cong Lam Dong), Dinh Tuan Anh, menyatakan TTC World – Valley of Love siap menyambut periode liburan, dengan lokasi kurang dari 5 km dari pusat kota.

Ia menyebut pengunjung dapat menemukan berbagai kebutuhan dalam satu tempat, mulai dari hutan pinus, danau, taman bunga, permainan, hingga makanan. Menurutnya, perjalanan yang lebih sedikit dapat mengurangi kelelahan, kemacetan, dan biaya.

Kawasan wisata tersebut memiliki “Taman Bunga Ajaib” dengan lebih dari 50.000 tanaman petunia yang menutupi area 2.500 m², tersusun dalam petak bunga berkelok-kelok di antara hutan pinus. Aktivitas yang ditawarkan antara lain tubing, seluncuran rumput, Jembatan Kaca Seribu Pinus, DalaZoo, serta malam musik akustik.

Seorang wisatawan asal Kota Ho Chi Minh, Nguyen Thu Ha (34), mengatakan telah memesan penginapan selama empat malam di Da Lat mulai pertengahan Agustus 2026. Ia menyebut tidak terlalu mengkhawatirkan banyaknya tempat yang bisa dikunjungi. Setelah sebelumnya berlibur ke Nha Trang yang memerlukan banyak perjalanan di bawah terik, ia memilih liburan kali ini dengan lebih banyak waktu di satu lokasi, membiarkan anak-anak bermain di area wisata pada pagi hari dan kembali ke hotel untuk beristirahat pada siang hari.

Sementara itu, Tran Quoc Bao (27), yang berencana berlibur bersama kelompok teman dari Hanoi, mengaku mencari aktivitas dan makanan lokal. Ia menyebut ingin mencoba seluncur rumput dan jembatan kaca, lalu makan malam di luar, karena menurutnya akan sia-sia jika hanya berfoto lalu meninggalkan Da Lat.

Da Lat disebut jarang dipadati wisatawan saat libur Hari Nasional. Sejumlah perusahaan perjalanan di Kota Ho Chi Minh menyatakan berencana mengelompokkan wisatawan untuk mengurangi waktu tunggu di tempat hiburan dan lokasi makan.