Provinsi Lam Dong akan menjadi tuan rumah Festival Kuliner Regional 2026, sebuah ajang yang mempertemukan pelaku kuliner dari berbagai daerah untuk berkompetisi sekaligus memperkenalkan kekayaan gastronomi lokal kepada publik.
Dalam sambutannya pada kegiatan kompetisi terkait, Ketua Asosiasi Kuliner Binh Thuan, Thai Ngoc Hieu, mengatakan kompetisi ini ditujukan untuk menghargai nilai-nilai dari kekayaan sumber daya makanan laut yang dipadukan dengan kreativitas, teknik pengolahan, dan semangat para koki. Ia menilai setiap hidangan yang dihadirkan tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga membawa cerita tentang budaya, tanah, dan kebanggaan masyarakat Vietnam.
Panitia menyebutkan, sebanyak 25 tim dari restoran, resor, serta sekolah pelatihan di dalam dan luar provinsi akan ambil bagian dalam Festival Kuliner Regional 2026. Ajang ini juga menarik perhatian dewan juri yang terdiri dari para ahli kuliner berpengalaman dengan pemahaman mendalam mengenai budaya kuliner Vietnam.
Ketua Asosiasi Pariwisata Provinsi Lam Dong, Nguyen Van Khoa, menyatakan kegiatan tersebut bertujuan menemukan koki berbakat dan memberikan apresiasi kepada hidangan yang dinilai paling lezat serta unik. Melalui kegiatan ini, Lam Dong juga berupaya mempromosikan kekayaan budaya kulinernya kepada wisatawan domestik maupun internasional.
Penyelenggara menilai kompetisi tidak hanya menjadi wadah profesional bagi para koki untuk berinteraksi dan saling belajar, tetapi juga berkontribusi pada pelatihan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong pengembangan industri pariwisata provinsi.
Selain itu, kompetisi diproyeksikan menjadi platform yang menghubungkan komunitas kuliner di dalam dan luar provinsi, membuka peluang promosi dan pengenalan masakan daerah, merayakan budaya kuliner lokal, serta menyebarkan esensi olahan makanan laut yang menjadi kekuatan wilayah tersebut.
Usai upacara pembukaan, tim-tim peserta menampilkan keterampilan memasak dengan memanfaatkan bahan khas setempat, seperti bunga buah naga, aneka makanan laut, dan tanaman obat. Bahan-bahan itu diolah menjadi hidangan bercita rasa laut dengan tujuan menghubungkan produk pertanian dari ladang hingga ke meja makan.
Setiap tim membawa gaya dan kisah kuliner masing-masing, menciptakan persaingan yang menonjolkan teknik memasak, kreativitas, dan identitas kuliner dalam satu panggung.