Perjalanan wisata menyusuri Sungai Merah pada pagi musim gugur membawa sekelompok pengunjung dari Hanoi menjelajahi Provinsi Hung Yen. Rombongan memulai hari dengan semangkuk sup bihun belut di sebuah restoran, disajikan bersama belut tumis, telur orak-arik, dan sosis babi. Dari sana, mereka melanjutkan kunjungan ke sejumlah situs bersejarah di Kompleks Monumen Khusus Nasional Pho Hien.
Saat makan siang, wisatawan mencicipi ayam Dong Tao, salah satu hidangan khas setempat, sebelum menutup santapan dengan sup manis biji teratai dan lengkeng. Salah seorang wisatawan dari Hanoi, Vu Duc Hanh, menilai pengalaman di Pho Hien tidak hanya memberi pemahaman tentang sejarah dan budaya, tetapi juga menghadirkan kekhasan kuliner daerah yang pernah dikenal lewat ungkapan “Pertama di ibu kota, kedua di Pho Hien.” Menurutnya, perpaduan situs-situs kuno dan hidangan tradisional membuat perjalanan terasa lebih lengkap.
Kuliner dinilai tidak sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari daya tarik destinasi karena menghadirkan pengalaman yang terhubung dengan budaya dan kehidupan lokal. Dari aktivitas makan, wisata dapat dikembangkan ke penelusuran sumber bahan, kunjungan ke desa kerajinan, hingga pengenalan proses produksi makanan khas.
Di Hung Yen, buah longan disebut sebagai salah satu produk khas yang dapat menghubungkan pariwisata dengan pengalaman langsung di kebun. Wisatawan dapat mempelajari budidaya dan pengolahan longan, sekaligus mendorong promosi makanan khas dan meningkatkan nilai produk pertanian lokal. Bui Xuan Su dari Komune Tan Hung menyampaikan bahwa promosi longan dan longan kering yang dikaitkan dengan kegiatan wisata membantu produk menjangkau lebih banyak pelanggan, sekaligus memberi ruang bagi petani memperkenalkan proses produksi. Ia menilai hal itu dapat membuat wisatawan memahami kerja petani dan kualitas produk, serta membuka peluang perluasan pasar bagi rumah tangga petani dan koperasi.
Keistimewaan Hung Yen juga diperkenalkan melalui festival dan acara budaya-pariwisata. Saat berkunjung pada Festival Budaya Rakyat Pho Hien 2026, wisatawan asal Hai Phong, Nguyen Thi Ngoc Anh, menyempatkan diri menjelajahi festival makanan. Ia mengaku terkesan bukan hanya oleh ragam hidangan—dari yang sederhana hingga yang rumit—melainkan juga kisah sejarah, budaya, dan masyarakat Hung Yen yang terasa dalam setiap cita rasa. Pengalaman itu, menurutnya, membantu memahami karakter masakan lokal sekaligus memudahkan memilih makanan khas untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Hung Yen memiliki kekayaan kuliner yang terkait dengan kondisi alam, produksi pertanian, dan karakter budaya tiap wilayah. Di bagian utara, sejumlah makanan khas yang disebut antara lain ayam Dong Tao yang dikenal sebagai “upeti kerajaan”, lumpia Me So, kue ketan Phung Cong, dan kecap Ban. Selain itu terdapat bakso ayam Tieu Quan, sosis babi Pho Xuoi, katak rebus Phuong Tuong, sup bihun belut, serta longan yang menjadi buah khas.
Sementara di bagian selatan provinsi, produk pedesaan dan cita rasa pesisir membentuk lanskap kuliner yang beragam. Pengunjung dapat menemukan sup ikan Quynh Coi, kue beras ketan rasa kacang dengan sentuhan jahe, serta kue duri Dai Dong. Wilayah pesisir juga dikenal dengan hidangan berbahan hasil perairan seperti salad belut, lumpia isi udang, perkedel cacing laut, dan saus ikan Diem Dien dengan rasa asin khas laut.
Beragam makanan tersebut mencerminkan cara masyarakat memanfaatkan bahan lokal dan menjaga rahasia kuliner lintas generasi. Sumber daya ini dinilai dapat dihubungkan dengan situs bersejarah, festival, desa kerajinan, wilayah produksi, dan destinasi wisata, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga memahami budaya, mata pencaharian, dan kehidupan masyarakat setempat.
Berdasarkan statistik, dalam sembilan bulan pertama 2026 jumlah wisatawan yang mengunjungi Hung Yen diperkirakan mencapai 3,5 juta orang, termasuk sekitar 81.000 wisatawan internasional. Kondisi ini membuka peluang bagi provinsi untuk mempromosikan produk khas dan produk unggulan lokal, sekaligus mengintegrasikan kuliner ke dalam pengalaman eksplorasi budaya dan warisan.
Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata setempat memperkenalkan destinasi serta produk khas melalui Portal Informasi Pariwisata Hung Yen, platform media sosial, serta festival dan acara budaya-pariwisata. Ke depan, departemen tersebut menyatakan akan terus mempromosikan produk khas yang terkait rute dan destinasi wisata; menghubungkan produk kuliner dengan akomodasi, restoran, serta kegiatan pengalaman di kebun dan desa kerajinan; memperkuat informasi dan promosi di platform digital; dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk menyebarluaskan informasi sekaligus membimbing pelaku usaha mematuhi aturan keamanan pangan dan menampilkan harga secara terbuka. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan nilai produk khas, memperkaya ragam produk, dan memperkuat daya tarik pariwisata Hung Yen.