BERITA TERKINI
Krista InterFood 2026 di PIK 2 Siap Digelar, Targetkan 95.000 Pengunjung Profesional

Krista InterFood 2026 di PIK 2 Siap Digelar, Targetkan 95.000 Pengunjung Profesional

Pameran makanan dan minuman Krista InterFood 2026 dijadwalkan berlangsung di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, pada 4-7 November 2026. Ajang ini dirancang untuk mempertemukan pelaku industri, mulai dari produsen, pemasok, distributor, importir, pembeli, hingga profesional sektor makanan dan minuman, guna memperluas peluang bisnis.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, menyatakan pameran tersebut diposisikan sebagai platform untuk mempertemukan inovasi dan peluang usaha. Menurut dia, penyelenggaraan Krista InterFood 2026 akan melibatkan partisipasi pelaku industri dari dalam dan luar negeri, serta menghadirkan lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala internasional, seminar, talkshow, dan business matching.

Daud juga mengaitkan prospek pameran dengan kinerja ekonomi dan industri. Ia menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I 2026, sementara industri makanan dan minuman tumbuh 7,04%. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertumbuhan sektor tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, kenaikan produksi beras, serta kuatnya permintaan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO).

“Pertumbuhan industri makanan dan minuman membuka peluang bisnis yang semakin besar, sekaligus mendorong kebutuhan pada inovasi produk, bahan baku berkualitas, teknologi pengolahan modern, dan solusi yang mampu meningkatkan daya saing industri,” kata Daud.

Krista InterFood 2026 disebut akan digelar dengan skala lebih besar, menempati 11 hall dengan total area pameran 60.000 meter persegi. Pameran ini direncanakan diikuti 1.100 peserta, termasuk 100 UMKM, dari 16 negara: Amerika Serikat, China, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan.

Partisipasi internasional juga diperkuat melalui kehadiran Paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand yang membawa total 70 peserta. Penyelenggara menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara untuk menjajaki peluang bisnis, membangun kemitraan, memperluas jaringan, serta membuka akses pasar nasional dan internasional.

Pameran ini merupakan penyelenggaraan ke-27 dan akan berlangsung bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo serta ALL Indonesia Cooltech Expo. Seafood Show Asia Expo difokuskan pada peluang bisnis sektor hasil laut dan produk perikanan, sementara ALL Indonesia Cooltech Expo menyoroti teknologi pendinginan dan solusi rantai dingin (cold chain) untuk menjaga kualitas serta kesegaran produk.

Dalam rangkaian acara, Krista InterFood 2026 juga menghadirkan Indonesia Food Innovation (IFI) 2026: Intermediate Product Edition, yang disebut sebagai program Kementerian Perindustrian Republik Indonesia untuk meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan melalui pengembangan produk antara berbasis sumber daya lokal.

Agenda kompetisi turut disiapkan, antara lain La Cuisine Cooking Competition 2026 dan Global Chef Championship 2026. Berkolaborasi dengan ACP Indonesia (Association of Culinary Professionals Indonesia), La Cuisine Cooking Competition 2026 disebut akan menghadirkan 1.100 chef untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, dan teknik memasak sesuai standar industri kuliner. Kedua kompetisi ini mencakup lebih dari 30 kategori, termasuk traditional dan international cuisine.

Selain itu, terdapat kompetisi kopi ICAB Competition 2026 dan KIROC yang bekerja sama dengan Dewan Kopi Indonesia. Penyelenggara menyebut kompetisi ini ditujukan sebagai wadah bagi para profesional untuk menunjukkan keahlian dalam pengolahan kopi sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan pengembangan industri kopi Indonesia.

Program lain yang dijadwalkan adalah Gelato World Tour 2026 yang berkolaborasi dengan APCA. Ajang ini disebut menjadi ruang bagi perajin gelato untuk mengeksplorasi kreativitas, mengembangkan resep inovatif, dan menghadirkan kombinasi cita rasa, termasuk dengan pemanfaatan bahan baku lokal Indonesia.

Untuk memperluas wawasan pelaku usaha, pameran ini juga akan menghadirkan seminar serta program edukasi bersama asosiasi dan organisasi industri, dengan topik yang mencakup peluang investasi, pengembangan produk, dan potensi pasar.