BERITA TERKINI
Komunitas Kuliner Ekonomi Kreatif Klaten Perkuat Sinergi UMKM dari 26 Kecamatan

Komunitas Kuliner Ekonomi Kreatif Klaten Perkuat Sinergi UMKM dari 26 Kecamatan

Klaten dikenal dengan umbul yang segar serta kuliner legendaris yang terus berkembang. Di balik ragam kuliner yang kian variatif, para pelaku industri kreatif di daerah ini membangun sinergi melalui Komunitas Kuliner Ekonomi Kreatif Klaten.

Komunitas tersebut mulai dihimpun sekitar 2–3 tahun lalu. Pada awalnya, komunitas ini beranggotakan sekitar 100 pelaku usaha, dan kini berkembang menjadi lebih dari 200 anggota yang berasal dari 26 kecamatan di Kabupaten Klaten.

Koordinator Sub Sektor Kuliner Ekonomi Kreatif Kabupaten Klaten, Martini, menjelaskan bahwa komunitas dibentuk untuk mengumpulkan pelaku usaha kuliner agar dapat saling mendukung. Selain itu, komunitas juga menjadi wadah untuk memperoleh pelatihan, memperluas pemasaran, serta mendapatkan akses terhadap berbagai program dan fasilitas dari pemerintah maupun pihak swasta.

Klaten dinilai memiliki beragam produk kuliner dan sumber daya alam yang dapat terus dikembangkan. Sejumlah produk yang disoroti antara lain kopi lokal dan keripik gedebok pisang, yang memanfaatkan bahan yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Dalam kegiatannya, komunitas aktif mengadakan cooking class, live cooking, pelatihan pengemasan, pemasaran digital, hingga pendampingan legalitas usaha. Legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal dinilai penting agar produk dapat masuk ke pusat oleh-oleh maupun menjangkau pasar yang lebih luas.

Produk anggota dipasarkan melalui jalur offline dan online. Penjualan dilakukan lewat pusat oleh-oleh, fasilitas Kantor Pos Klaten, marketplace, media sosial, serta kegiatan pameran. Pemanfaatan media sosial dan live selling juga terus didorong untuk memperluas jangkauan promosi.

Komunitas ini juga pernah menggandeng lembaga keuangan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan. Menurut Martini, pelaku UMKM tidak sebaiknya berjalan sendiri karena bergabung dalam komunitas dapat membuka akses informasi, pelatihan, jaringan pemasaran, kolaborasi, dan peluang usaha.

Selain permodalan, pelaku usaha dihadapkan pada perubahan selera konsumen dan perkembangan teknologi. Karena itu, konsistensi kualitas produk sekaligus inovasi disebut menjadi kunci. Inovasi dianjurkan dilakukan tanpa meninggalkan identitas atau produk utama yang sudah dikenal pelanggan.

Seiring perkembangan tersebut, komunitas mulai berkolaborasi dengan kalangan mahasiswa dan pihak akademik untuk membantu UMKM beradaptasi dengan teknologi dan pola bisnis generasi muda.

Ke depan, komunitas berharap pemerintah dapat menyediakan ruang khusus bagi UMKM Klaten, seperti pusat oleh-oleh yang sekaligus menjadi ruang produksi, pelatihan, promosi, dan pemasaran. Martini menekankan bahwa keberhasilan UMKM membutuhkan konsistensi, tanggung jawab, keberanian mempromosikan produk, serta pemanfaatan media sosial. Masyarakat juga diharapkan bangga membeli dan ikut mempromosikan produk kuliner lokal Klaten.