Rasa kesepian merupakan pengalaman yang lumrah dialami banyak orang. Namun, perasaan ini kerap membuat seseorang merasa terisolasi dari lingkungan sekitarnya.
Meski umumnya berkaitan dengan kondisi psikologis, kesepian dapat berdampak pada kesehatan jika berlangsung terus-menerus. Kesepian jangka panjang disebut dapat memicu masalah tidur, perubahan berat badan, tekanan darah tinggi, perasaan tidak aman (insecure), gangguan pembuluh darah dan jantung, hingga depresi.
Bahkan, Kepala Petugas Medis untuk Kesehatan Perilaku Cigna, Douglas Nemecek, menyatakan bahwa dampak kesepian terhadap kematian setara dengan kebiasaan merokok 15 batang sehari. Ia juga menilai dampaknya lebih berbahaya dibanding obesitas.
Untuk mencegah dampak berkepanjangan, kesepian perlu diatasi. Berikut sejumlah cara yang bisa dicoba berdasarkan penjelasan para ahli.
1. Pahami bahwa kesepian bukanlah penyakit
Koordinator Program Layanan Kesehatan Mental di Providence Saint John Child and Family Development Center, Santa Monica, California, Mayra Mendez, menekankan pentingnya mengubah pola pikir saat kesepian muncul. Menurutnya, kesepian bukan kondisi yang harus “dirawat”, melainkan bagian alami dari pengalaman manusia.
Mendez mengatakan bahwa kesepian bukan sesuatu yang semata-mata “terjadi” pada diri seseorang, melainkan hal yang masih dapat dikendalikan. Ia juga menegaskan bahwa merasa kesepian sesekali bukan berarti ada sesuatu yang salah pada diri seseorang.
2. Lakukan sedikit kebaikan untuk orang lain
Melayani orang lain disebut sebagai salah satu cara untuk mengurangi rasa kesepian sekaligus membuka peluang menjalin pertemanan. Bentuknya bisa beragam, seperti menjadi sukarelawan di sekolah atau perpustakaan, merajut selimut untuk bayi di rumah sakit, atau membawakan makanan untuk orangtua.
Dengan berani memulainya, seseorang dapat merasakan dua hal penting, yakni perasaan hidup yang lebih penuh dan bahagia.
3. Hindari percakapan yang membosankan
Mendez juga membagikan tiga aturan sederhana saat memulai percakapan dengan orang lain. Pertama, bicarakan pengalaman yang sedang dijalani, misalnya ketika menunggu bus, mengantre di toko, atau berolahraga di gym.
Kedua, ia menyarankan agar tidak menceritakan seluruh kisah hidup kepada orang lain. Ketiga, hindari topik berita dan politik.
4. Lakukan hal yang membuat bersemangat
Rasa kesepian juga bisa diusir dengan menjalani aktivitas yang disukai. Seseorang dapat memikirkan hal yang membuatnya bersemangat di pagi hari, atau peristiwa yang menambah semangat untuk menghadapi masa depan.
Menurut penjelasan dalam artikel, apa pun yang memberi makna dan kebahagiaan dalam hidup dapat menjadi cara yang baik untuk tetap merasa terhubung dengan orang lain.