PADANG — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI bekerja sama dengan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP), UPT Diklat dan Sertifikasi UNP, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang menggelar Ekraf Peduli x Masak Bersama Master (MASAMO) 2026 di Universitas Negeri Padang.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, khususnya dari sektor kuliner. Program MASAMO dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui inovasi produk berbasis potensi lokal, penguatan manajemen usaha, serta peningkatan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Sejumlah pejabat dan pimpinan lembaga turut hadir, di antaranya deputi dan direktur Kementerian Ekonomi Kreatif RI beserta jajaran, Rektor UNP, Wakil Rektor UNP Bidang SDM dan Inovasi, Dekan dan Wakil Dekan FPP UNP, Kepala UPT Diklat dan Sertifikasi UNP, Sekretaris Daerah Kota Padang, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat.
Pelaksanaan MASAMO 2026 dibagi dalam dua batch, yakni pada 1 dan 3 September 2026. Materi pembelajaran memadukan praktik pengembangan produk kuliner dengan penguatan strategi usaha. Pada sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan berbagai kreasi kuliner inovatif, sedangkan sesi pengembangan bisnis membahas strategi pengembangan usaha serta berbagi pengalaman sukses dari praktisi kuliner.
Kolaborasi ini disebut menjadi wujud sinergi pemerintah pusat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk mendorong UMKM di Sumatera Barat naik kelas. Bagi UNP, kegiatan ini juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai kampus berdampak melalui penyediaan pengetahuan, fasilitas, dan kepakaran guna mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Melalui MASAMO 2026, kreativitas kuliner lokal diharapkan tidak hanya berkembang di tingkat produksi, tetapi juga menjadi produk bernilai tambah, berdaya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Program ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan kapasitas UMKM, serta SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.