Kedai Satu Lagi di Kotagede menghadirkan perpaduan kuliner lokal dan western dalam suasana bergaya industrial. Kedai ini mulai beroperasi pada Februari 2024 dan, meski terbilang baru, disebut telah beberapa kali menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Afi (24), karyawan Kedai Satu Lagi yang bergabung sejak awal berdiri, mengatakan pemanfaatan tempat di kedai tersebut tidak hanya untuk kegiatan kuliner. Sejumlah pihak disebut pernah menyewa ruang untuk berbagai kegiatan.
“Kalau workshop dan galeri itu di tahun awal kita buka sudah beberapa kerja sama. Nggak cuma workshop dan galer senii, kadang ada yang menyewa tempat untuk kegiatan formal, seperti Dinas Perikanan juga pernah,” ujar Afi.
Menurut Afi, ruang yang tersedia dimanfaatkan untuk beragam acara, mulai dari kegiatan formal, seni, hingga olahraga. Ia menilai aktivitas tersebut turut menarik minat pelanggan yang awalnya datang hanya untuk makan.
“Ketika galeri itu ada, orang ke sini kan makan, tapi bisa sekalian mencoba pengalaman baru,” katanya.
Dari sisi suasana, interior Kedai Satu Lagi mengarah pada konsep industrial yang dipadukan dengan keberadaan tanaman di sejumlah area. Konsep ini disebut berkaitan dengan perhatian pemilik terhadap lingkungan. Dalam penggunaannya, kedai ini juga memanfaatkan peralatan berbahan kaca sebagai pengganti plastik untuk kebutuhan tertentu.
Sementara dari sisi menu, Clara (20), karyawan Kedai Satu Lagi, menyebut pilihan makanan tidak hanya berfokus pada masakan Indonesia, tetapi juga mencakup hidangan bergaya western. Beberapa menu yang disebut antara lain nasi campur dan nasi goreng kecombrang untuk makanan Indonesia, serta steak dan chicken mashed potato untuk menu western.
“Kalau makanan Indonesia itu mungkin nasi campur atau nasi goreng kecombrang. Kalau menu western-nya seperti steak dan chicken mashed potato,” ujar Afi.
Clara menambahkan, konsep menu tersebut dihadirkan untuk menjangkau wisatawan yang berkunjung ke Kotagede sekaligus masyarakat lokal yang ingin mencoba kuliner western. “Tujuannya ya biar tourist bisa makan sesuai konsep makanan asal mereka di sini dan juga cobain makanan khas lokal. Ini berlaku sebaliknya ya,” kata Clara.