InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melibatkan 37 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam Mandalika Street Food Festival 2026 yang digelar pada 10–12 Juli 2026 di Area Bazaar Mandalika dan Kuta Lane, Lombok Tengah. Keterlibatan UMKM ini menjadi bagian dari upaya ITDC memperkuat peran pelaku usaha lokal dalam pengembangan pariwisata di kawasan The Mandalika.
Dalam festival tersebut, ITDC menghadirkan 24 tenant kuliner dan restoran, delapan coffee shop dan roastery, serta lima UMKM kriya dan wastra khas Lombok. Seluruh tenant yang terlibat berasal dari Pulau Lombok.
Beragam menu khas Lombok ditampilkan untuk menarik minat wisatawan, di antaranya Sate Rembiga, Sate Bulayak, Sate Tanjung, Ayam Taliwang, Nasi Balap, hingga jajanan tradisional.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan penyelenggaraan festival tidak hanya ditujukan untuk memperkaya pengalaman wisata di The Mandalika, tetapi juga menjadi wadah promosi bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal. “Kami ingin setiap event di The Mandalika tidak hanya menghadirkan atraksi utama, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan komunitas lokal untuk memperkenalkan potensi terbaik Lombok kepada wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).
Troy menegaskan seluruh tenant yang berpartisipasi merupakan pelaku usaha lokal. Menurutnya, keterlibatan 100 persen UMKM asal Lombok mencerminkan komitmen ITDC dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. “Keterlibatan 100 persen tenant lokal ini menjadi bukti komitmen ITDC dalam mempromosikan kuliner, produk kreatif, dan ekonomi masyarakat setempat kepada wisatawan yang berkunjung ke The Mandalika,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Nur Aulia. Ia menilai festival tersebut membuka ruang promosi yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Lombok Tengah. “Mandalika Street Food Festival bukan hanya menjadi ajang menikmati kuliner khas Lombok, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk terbaiknya kepada wisatawan,” ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain sajian kuliner, festival turut diramaikan berbagai kegiatan komunitas, seperti kompetisi arm wrestling, workshop dan fashion show wastra Lombok, live painting, pertunjukan musik, serta permainan interaktif. Seluruh tenant juga didukung sistem pembayaran digital melalui QRIS untuk memudahkan transaksi sekaligus mendorong digitalisasi UMKM.
Melalui penyelenggaraan Mandalika Street Food Festival 2026, ITDC berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas peluang usaha bagi UMKM lokal, serta memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Lombok ke pasar yang lebih luas.