Hue, bekas ibu kota kuno Vietnam, baru-baru ini masuk dalam daftar destinasi makanan tradisional paling unik di Asia yang dirilis platform perjalanan online Agoda. Pengakuan ini menyoroti kekayaan warisan kuliner Hue yang selama ini dipandang sebagai cerminan sejarah panjang dan identitas budaya wilayah tersebut.
Agoda menilai makanan kerap menjadi salah satu pendorong utama wisatawan saat memilih tujuan perjalanan. Melalui daftar yang menampilkan “permata tersembunyi” di Asia, Agoda ingin mendekatkan wisatawan pada kawasan-kawasan yang kaya budaya, di mana setiap hidangan dianggap membawa cerita tentang sejarah, warisan, serta kreativitas masyarakat setempat.
Dalam penilaian tersebut, Hue disebut menonjol berkat kuliner kerajaannya yang khas, yang merefleksikan nilai sejarah dan budaya ketika wilayah itu menjadi pusat Dinasti Nguyen. Masakan Hue dikenal dengan cita rasa yang halus dan elegan, disertai proses persiapan serta penyajian yang teliti.
Sejumlah hidangan yang kerap dikaitkan dengan Hue antara lain sup mie daging sapi Hue, banh beo, banh khoai, dan banh bot loc. Hidangan-hidangan ini dipandang tidak hanya mempertahankan identitas Hue sebagai kota bersejarah, tetapi juga menampilkan keunikan seni kuliner tradisional Vietnam.
Masuknya Hue dalam daftar tersebut juga dinilai mempertegas daya tarik masakan Vietnam di peta pariwisata dunia. Pada saat yang sama, hal ini mencerminkan tren wisatawan internasional yang datang ke Vietnam bukan hanya untuk menikmati lanskap dan warisan, tetapi juga untuk memahami kedalaman budaya melalui pengalaman kuliner lokal.
Ini bukan kali pertama kuliner Hue mendapat perhatian internasional. Pada 2023, Taste Atlas menerbitkan daftar “Kota-Kota Kuliner Terbaik di Dunia 2023”, dan Hue menempati peringkat ke-28 dari 100 kota dengan makanan terbaik di dunia.
Tradisi kuliner Hue juga digambarkan sangat beragam. Dalam catatan kuliner Dinasti Nguyen, disebutkan bahwa masakan Hue memiliki 1.700 dari 3.000 hidangan di Vietnam. Hidangan-hidangan itu dibagi ke dalam tiga kategori utama: masakan rakyat, masakan istana kerajaan, dan masakan vegetarian. Dalam praktiknya, penyajian makanan Hue menekankan kualitas dibanding kuantitas, dengan estetika tampilan dan kehalusan teknik memasak sebagai ciri penting.
Di sektor pariwisata, kuliner disebut menjadi daya tarik yang semakin menentukan pilihan perjalanan. Banyak wisatawan memilih Hue terutama untuk menjelajahi kancah kulinernya, mulai dari kuliner istana dan jamuan kerajaan, hingga hidangan vegetarian serta makanan tradisional yang dijajakan dan disiapkan oleh warga lokal.
Beberapa contoh kuliner yang kerap dicari wisatawan di Hue antara lain sup mie daging sapi Hue, nasi kerang, banh canh, nem lui, banh khoai, berbagai jenis kue khas Hue, serta aneka sup manis. Pengalaman mencicipi sajian yang dibuat langsung oleh penduduk setempat dinilai memberi kesan otentik terhadap cita rasa “asli” Hue.
Budaya kuliner Hue juga dikaitkan dengan ketelitian dalam memilih bahan, meracik bumbu, dan teknik memasak, hingga perhatian pada dekorasi makanan. Dalam pandangan ini, makanan tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan biologis, melainkan dinikmati melalui berbagai indra. Penulis Nguyen Tuan pernah menggambarkan masyarakat Hue sebagai mereka yang “suka makan dengan mata”, sementara masyarakat setempat kerap menyebut tujuan mereka sebagai “makan demi aroma dan rasa”.
Hue disebut masih melestarikan lebih dari 1.000 hidangan yang dimasak dengan gaya Hue, termasuk menu kerajaan para kaisar Dinasti Nguyen yang terdiri dari puluhan hidangan istimewa dan disajikan dengan sangat cermat. Di luar itu, masakan tradisional Hue tetap populer di kalangan masyarakat dengan ragam menu yang luas, serta keterampilan memasak yang menonjol pada rasa, warna, dan seni penyajian. Masakan vegetarian Hue pun disebut meninggalkan kesan kuat bagi siapa pun yang pernah mencicipinya.

