BERITA TERKINI
House of Meimo Buka Restoran Tiga Lantai di Jakarta Pusat, Tawarkan Kuliner Khas Manado

House of Meimo Buka Restoran Tiga Lantai di Jakarta Pusat, Tawarkan Kuliner Khas Manado

House of Meimo hadir di Jakarta sebagai pilihan bagi pencinta kuliner Manado yang ingin menikmati masakan khas Sulawesi Utara dalam suasana restoran. Berlokasi di Jalan Raden Saleh Raya No. 8, Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, tempat ini mengusung konsep ruang makan yang dirancang untuk bersantap sekaligus berkumpul dan berbincang.

Salah satu pemilik House of Meimo, Jan Maringka, mengatakan restoran tersebut merupakan bagian dari pengembangan bisnis kuliner yang melengkapi usaha rumah makan dengan konsep halal dan nonhalal. “Jadi, melengkapi itu, kita juga membuka usaha rumah makan. Rumah makan yang halal namanya Rerampa, sedangkan yang nonhalal namanya House of Meimo,” ujar Jan.

Jan menjelaskan, nama Meimo memiliki arti yang dekat dengan keseharian masyarakat Sulawesi Utara. Dalam bahasa Manado, meimo berarti “marijo” atau “mari kita”, yang sekaligus menjadi ajakan untuk datang dan menikmati hidangan bersama.

House of Meimo tercatat sebagai outlet kedelapan dalam jaringan Meimo dan menjadi yang pertama dikembangkan dalam format restoran. Sebelumnya, Meimo dikenal melalui tujuh outlet food court yang beroperasi di sejumlah lokasi, antara lain Mall Ambassador, Lippo Mall Nusantara, Artha Graha, Sarinah Thamrin, Central Park 2–SOHO, dan Mall Metropolitan Bekasi. “Meimo ini sudah banyak dikenal. Dia ada tujuh outlet. Nah, yang kedelapan ini kita bikin dalam bentuk restoran,” kata Jan.

Berbeda dari outlet di pusat perbelanjaan, House of Meimo mengandalkan konsep restoran dengan ruang lebih luas agar pengunjung dapat menghabiskan waktu lebih lama. Bangunan tiga lantai disiapkan untuk menunjang kenyamanan, tidak hanya untuk makan, tetapi juga untuk berkumpul bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja.

Menurut Jan, gagasan tersebut terinspirasi dari kebiasaan masyarakat Manado yang gemar menikmati hidangan sambil berbincang santai. “Banyak restoran Manado, tetapi orang belum tentu merasa nyaman untuk duduk dan bercerita. Jadi, kita bikin konsep seperti orang Manado, sambil makan, santai, dan bercerita,” ungkapnya.

Selain area makan, House of Meimo menyediakan ruangan VIP untuk kegiatan yang lebih privat. Area lantai atas juga kerap digunakan untuk ibadah maupun rapat. “Yang di atas sering dipakai untuk ibadah atau rapat-rapat. Jadi, berfungsi sebagai VIP room, untuk ibadah kecil, dan segala macam,” jelas Jan.

Dari sisi menu, House of Meimo menawarkan beragam hidangan khas Manado, mulai dari olahan daging, ikan, hingga camilan dan kudapan tradisional. Salah satu menu yang ditawarkan adalah Lokon Platter dengan harga mulai Rp35.000 hingga Rp395.000, berisi kombinasi Babi Rica, Babi Tore, Sate Ragey, Perkedel Jagung, dan Babi Tinoransak.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati beberapa jenis lauk dalam satu hidangan, tersedia Paket 2 Lauk seharga Rp70.000. Paket ini dapat dipilih dengan lauk ikan, ayam, atau babi, serta sudah termasuk nasi dan sayur. Pengunjung juga dapat menambahkan sate dengan biaya Rp25.000.

Pilihan menu lain meliputi Cakalang Pampis Rp69.000, Babi Kecap Rp90.000, Babi Tore Rp110.000 untuk porsi 100 gram dan Rp220.000 untuk 200 gram, serta Cakalang Fufu Saus Rica Rp69.000. Untuk camilan, tersedia Pisang Goreng Sambal Roa Rp35.000.

Sejumlah kudapan khas juga ditawarkan, antara lain Klappertaart Rp27.500, Panada tiga buah Rp30.000, Biapong tiga buah Rp30.000, Bilapis tiga buah Rp30.000, dan Lalampa tiga buah Rp30.000. Sementara untuk pilihan minuman sekaligus sajian penutup, tersedia Es Kacang Brenebon Alpukat Durian seharga Rp30.000.

Kehadiran House of Meimo menambah pilihan kuliner Manado di Jakarta, dengan konsep restoran yang menonjolkan kenyamanan ruang dan fasilitas untuk berkumpul. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor telepon 0813 8885 689.