BERITA TERKINI
Hendrik Irawan Kembangkan Usaha Catering di Bandung Barat dengan Inovasi Menu dan Pemasaran Digital

Hendrik Irawan Kembangkan Usaha Catering di Bandung Barat dengan Inovasi Menu dan Pemasaran Digital

BANDUNG BARAT — Pengusaha asal Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Hendrik Irawan (43), menekuni bisnis kuliner khususnya catering selama 19 tahun sejak 2007. Usaha yang ia rintis dari skala kecil tersebut kini berkembang dengan segmentasi pasar yang lebih luas, mulai dari catering masakan rumahan hingga melayani berbagai acara besar.

Dalam menjalankan usahanya, Hendrik menekankan inovasi menu sebagai salah satu faktor penting untuk menarik pelanggan. Ia menawarkan beragam pilihan, termasuk makanan sehat dan catering diet, untuk menyesuaikan kebutuhan pasar yang terus berubah.

Selain pengembangan menu, Hendrik juga memanfaatkan pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Menurutnya, strategi ini membantu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan. “Konsistensi kualitas adalah hal utama. Rasa dan kebersihan makanan harus selalu terjaga,” ujar Hendrik.

Kemampuan beradaptasi terhadap tren turut menjadi bagian dari strategi bisnisnya. Salah satu layanan yang ia hadirkan adalah nasi box, yang disebutnya semakin diminati masyarakat.

Saat ini, Hendrik memperluas pengembangan bisnisnya dengan menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai owner SPPG Pangauban. Ia berencana menghadirkan program dengan konsep menu ala hotel bintang lima, namun dengan harga terjangkau, berkisar Rp8 ribu hingga Rp10 ribu.

Dengan menggandeng chef berpengalaman, dapur SPPG miliknya disebut menjadi salah satu contoh dapur catering di Kabupaten Bandung Barat. Desain dapur dibuat profesional menyerupai dapur restoran hotel berbintang, dengan standar kebersihan dan pengolahan makanan yang tinggi.

Hendrik dikenal sebagai pengusaha yang aktif berinovasi dan mengembangkan usaha. Kisah perjalanannya menunjukkan pentingnya membaca peluang, menjaga kualitas, dan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan tren di dunia kuliner.