BERITA TERKINI
Hari Pangan Sedunia di Kutai Barat Jadi Ruang Promosi UMKM Kuliner dan Produk Lokal

Hari Pangan Sedunia di Kutai Barat Jadi Ruang Promosi UMKM Kuliner dan Produk Lokal

SENDawar — Peringatan Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membuka ruang promosi sekaligus mendorong perputaran ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kegiatan tersebut digelar di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kutai Barat, kompleks perkantoran Pemkab Kubar, Selasa, 27 Oktober 2026.

Di lokasi acara, puluhan lapak pedagang memadati area kegiatan. Beragam produk ditawarkan, mulai dari penganan tradisional, aneka jus, produk olahan kebun, hingga buah-buahan segar hasil panen petani lokal.

Pasar rakyat yang dihadirkan dalam rangkaian peringatan tersebut disiapkan untuk mengintegrasikan agenda ketahanan pangan dengan pemberdayaan ekonomi sektor riil. Kepala DKP Kutai Barat, Rion, mengatakan pelibatan UMKM menunjukkan bahwa rantai ketahanan pangan berkaitan erat dengan kesejahteraan produsen olahan rumahan.

“Kita mengundang masyarakat yang berkenan untuk menjual makanan, sayur, oleh-oleh, hingga aneka jus. Ini bagian dari ikhtiar menguatkan ketahanan pangan sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pangan,” kata Rion.

Sejumlah pelaku usaha mengaku merasakan dampak langsung dari ramainya pengunjung. Ria (34), perajin kue basah tradisional khas daerah, menyebut dagangannya habis terjual dalam hitungan jam karena tingginya kunjungan pegawai perkantoran dan masyarakat sejak pagi.

“Pasar seperti ini sangat membantu kami pelaku usaha rumahan. Kue olahan dari tepung singkong dan labu yang biasanya cuma dijual di rumah, di sini laku keras sampai nambah stok dua kali. Kami berharap pemkab lebih sering menyediakan stan gratis di acara dinas seperti ini supaya kuliner lokal makin dikenal,” ujar Ria.

Hal serupa disampaikan Wati (41), pedagang buah segar lokal asal Melak. Ia menilai fasilitas berjualan di lokasi strategis memberi kesempatan transaksi langsung tanpa perantara tengkulak. Lapaknya yang menjual pepaya madu, pisang lokal, dan nanas kebun tampak ramai didatangi pembeli.

“Alhamdulillah hasilnya lumayan cepat habis. Buah yang kami bawa ini baru dibawa kemarin dari kebun sendiri, ada juga yang kita ambil dari petani lokal. Kalau difasilitasi tempat strategis seperti ini, pembeli senang karena dapat buah segar dengan harga lebih murah,” katanya.

Meski perputaran penjualan berlangsung cepat, para pedagang berharap ada pendampingan lanjutan setelah kegiatan. Mereka menilai kemasan higienis, sertifikasi izin edar PIRT, serta ketersediaan tempat jualan harian yang permanen masih menjadi tantangan bagi UMKM kuliner di Kutai Barat untuk menembus pasar ritel modern secara berkelanjutan.

DKP Kutai Barat menilai integrasi pasar rakyat dalam agenda seremonial Hari Pangan Sedunia terbukti memicu transaksi tunai secara instan. Kegiatan itu juga mempertemukan petani produsen, pedagang olahan lokal, dan konsumen akhir dalam satu ekosistem pangan daerah yang dinilai lebih sehat dan saling menguntungkan.