BERITA TERKINI
Hari Ketiga di Kuala Lumpur: Menyambangi Batu Caves dan Mencicipi Menu di Sekitar KL Sentral

Hari Ketiga di Kuala Lumpur: Menyambangi Batu Caves dan Mencicipi Menu di Sekitar KL Sentral

Perjalanan hari ketiga di Kuala Lumpur diisi dengan rencana mengunjungi Batu Caves. Penulis menginap di Hotel Metro KL yang berada dekat Stasiun KL Sentral, dengan kisaran harga sekitar Rp500 ribuan per malam termasuk sarapan. Menurut penulis, hotel tersebut dinilai bersih, nyaman, dan lokasinya strategis.

Di sisi kiri gedung Hotel Metro KL, terdapat kedai kecil bernama Restoran Husein yang menyajikan beragam makanan khas India, seperti karee, nasi biryani, dan roti canai, serta beberapa menu nasi goreng. Di tempat ini, penulis memesan nasi goreng Thailand.

Penulis menggambarkan nasi goreng Thailand sebagai nasi goreng yang dimasak dengan bumbu rempah yang kuat, dengan rasa kapulaga dan kayu manis yang terasa menonjol. Penyajiannya disebut dibungkus lembaran telur dadar dan dihias saus di bagian atas. Harga satu porsi nasi goreng Thailand tercatat RM 6.

Selain itu, penulis juga memesan es lemon tea seharga RM 2 dan es Milo seharga RM 2,7. Penulis menyebut es lemon tea terasa sangat segar, sementara es Milo dinilai memiliki rasa yang cenderung seperti dark chocolate dibandingkan Milo di Indonesia.

Setelah makan, perjalanan dilanjutkan menuju Batu Caves menggunakan komuter KTM dari Stasiun KL Sentral. Setibanya di stasiun, penulis membeli koin tiket di mesin untuk rute komuter KTM jalur merah tujuan Stasiun Batu Cave seharga RM 1,2.

Penulis menjelaskan proses pembelian tiket melalui mesin yang menyerupai ATM: memilih jenis commuter, memilih stasiun tujuan yang tertera di layar, menentukan jumlah tiket, lalu memasukkan uang sesuai nominal. Disebutkan bahwa beberapa mesin menyediakan uang kembalian, sementara mesin lain meminta uang pas. Jika tidak memiliki uang receh, penumpang dapat menukar uang di loket atau memilih mesin tiket dengan penanda tulisan bagian atas berwarna hijau.

Koin tiket yang didapat digambarkan berwarna biru dan digunakan untuk akses masuk dengan cara ditempelkan (tap in) di pintu masuk stasiun. Koin tersebut harus disimpan karena diperlukan kembali saat keluar di stasiun tujuan dengan cara dimasukkan ke mesin (tap out).

Penulis menilai layanan komuter di Malaysia cukup tepat waktu. Informasi kedatangan kereta ditampilkan di layar digital dalam hitungan menit, dan kereta disebut datang sesuai jadwal yang tertera.

Penulis juga menambahkan catatan istilah: di Malaysia, kereta komuter kerap disebut train atau rapid, sedangkan kata “kereta” dapat dipahami sebagai mobil. Untuk rute KL Sentral menuju Batu Cave, waktu tempuh disebut sekitar 45 menit. Stasiun Batu Cave merupakan stasiun terakhir, sehingga penumpang tidak perlu khawatir melewati tujuan.