Lamongan—Harga sejumlah bahan pokok penting (sembako) di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Lamongan terpantau masih tinggi pada Selasa (8/9/2026). Kondisi ini terlihat dari pantauan di Pasar Sidoharjo, Pasar Rakyat Sidomulyo, dan Pasar Ikan Lamongan.
Sejumlah pedagang menduga kenaikan harga dipicu oleh aksi borong yang dilakukan pemilik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komoditas cabai rawit menjadi yang mengalami lonjakan paling tinggi, dengan harga mencapai Rp62.128 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras tercatat Rp24.239 per kilogram dan beras medium berada di harga Rp13.017 per kilogram.
“Harga sembako naik semua. Banyak yang dibeli sama pemilik dapur MBG di Lamongan,” kata Hariyati, salah seorang penjual sembako di Pasar Sidoharjo.
Keluhan juga disampaikan konsumen bernama Maslaha, warga Kelurahan Temenggungan, saat ditemui di Pasar Rakyat Sidomulyo. Ia mengaku terbebani oleh tingginya harga telur, cabai, dan bumbu dapur.
“Infonya dari pedagang stoknya habis, banyak yang diborong pemilik dapur MBG di Lamongan,” ujarnya.
Maslaha turut mengkritik kinerja instansi terkait dan meminta pemerintah daerah melakukan intervensi yang lebih nyata. Ia menilai operasi pasar perlu dilakukan secara sungguh-sungguh, bukan sekadar seremonial.
Berikut daftar harga rata-rata sembako di tiga pasar utama Lamongan per 8 September 2026: beras premium Rp15.111 per kilogram, beras medium Rp13.017 per kilogram, gula kristal putih Rp17.178 per kilogram. Minyak goreng curah Rp20.414 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp21.880 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp18.844 per liter, dan Minyakita Rp16.155 per liter.
Untuk komoditas protein hewani, daging sapi paha belakang tercatat Rp130.642 per kilogram, daging ayam ras Rp38.971 per kilogram, daging ayam kampung Rp69.866 per kilogram, telur ayam ras Rp24.239 per kilogram, dan telur ayam kampung Rp45.952 per kilogram.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi rantai pasok pangan, terutama terkait kebutuhan dapur MBG, agar tidak menekan daya beli masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional.