BERITA TERKINI
Gubernur NTB Usulkan Mandalika Street Food Festival Digelar Rutin untuk Dorong UMKM

Gubernur NTB Usulkan Mandalika Street Food Festival Digelar Rutin untuk Dorong UMKM

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendorong Mandalika Street Food Festival dijadikan agenda rutin karena dinilai memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut peningkatan transaksi selama pelaksanaan festival menunjukkan kegiatan pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Iqbal menyampaikan hal itu saat meninjau festival di Bazaar Mandalika, Kuta, Lombok Tengah, Minggu (12/7/2026). Ia mengaku sempat menanyakan pendapatan pedagang dan mendapat informasi adanya kenaikan pemasukan hingga jutaan rupiah dalam dua hari awal pelaksanaan. Menurutnya, tambahan pendapatan selama tiga hari kegiatan bisa menjadi modal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis.

Melihat respons tersebut, Iqbal berharap festival serupa digelar secara berkala, baik sebulan sekali maupun setidaknya tiga bulan sekali. Ia juga menekankan pentingnya rotasi peserta agar lebih banyak UMKM mendapat kesempatan berjualan di kawasan wisata Mandalika.

Dalam kunjungannya, Gubernur turut meninjau stan kuliner dan produk ekonomi kreatif. Ia juga mengikuti prosesi Ngampet Belek, yakni membakar secara simbolis 1.000 tusuk sate khas Lombok yang kemudian dibagikan gratis kepada ribuan pengunjung.

Mandalika Street Food Festival berlangsung pada 10–12 Juli 2026 sebagai salah satu rangkaian pendukung Pocari Sweat Run Lombok 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Bank Mandiri bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) itu menghadirkan 24 tenant kuliner, delapan coffee shop dan roastery, serta lima pelaku UMKM kriya dan wastra asal Pulau Lombok.

Sejumlah kuliner khas Lombok menjadi daya tarik utama, di antaranya Ayam Taliwang, Sate Rembiga, Sate Bulayak, Sate Tanjung, hingga Nasi Balap. Sementara produk ekonomi kreatif yang dipamerkan meliputi kerajinan berbahan limbah kaca, serat daun nanas, aromaterapi, hingga produk rajut.

Iqbal mengatakan Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen mendorong UMKM naik kelas melalui dukungan akses pembiayaan dari perbankan. Ia menyebut upaya tersebut diarahkan agar kualitas produk dan kemasan semakin kompetitif, sekaligus membuka peluang tampil dan dipromosikan di lokasi-lokasi ramai seperti kawasan pariwisata.

Manfaat festival juga dirasakan pelaku usaha. Seorang penjual kuliner asal Bonjeruk mengaku penjualannya meningkat sejak hari pertama dan respons pengunjung dinilai baik hingga hari terakhir. Pelaku usaha berharap kegiatan serupa lebih sering digelar untuk mempercepat perputaran ekonomi masyarakat serta memperluas promosi produk lokal di Mandalika.