BERITA TERKINI
Grab dan Pemprov Khánh Hòa Sepakati Kerja Sama Digitalisasi Pariwisata hingga 2030

Grab dan Pemprov Khánh Hòa Sepakati Kerja Sama Digitalisasi Pariwisata hingga 2030

Penggunaan aplikasi untuk kebutuhan harian hingga perjalanan wisata kian menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dan pelancong di Nha Trang, Provinsi Khánh Hòa, Vietnam. Sejumlah pengguna memanfaatkan Grab untuk mencari rekomendasi kuliner, memesan makanan, hingga membantu mobilitas selama berwisata.

Nguyen Xuan Tuyen, warga Jalan Luong Dinh Cua, Kelurahan Tay Nha Trang, mengaku kerap menggunakan Grab saat memilih sarapan. Melalui aplikasi, ia mencari rekomendasi hidangan dan restoran, lalu memesan nasi pecah (com tam) dari sebuah restoran di Jalan Ngo Gia Tu, Kelurahan Nha Trang. Sekitar 30 menit kemudian, pesanannya tiba di rumah. Ia menilai aplikasi tersebut memudahkan karena menampilkan saran berdasarkan hidangan, harga, alamat restoran, jarak, serta perkiraan waktu pengantaran. Untuk meningkatkan kepercayaan, ia biasanya memilih tempat makan yang berlabel “Restoran Terkenal Grab”.

Sementara itu, Hoang Vu Nhat Linh, turis asal Hanoi, mengatakan perjalanan mandiri menjadi lebih mudah dengan dukungan teknologi. Dalam kunjungannya ke Nha Trang, ia menggunakan Grab untuk berbagai layanan selain pemesanan penerbangan yang dilakukan lewat aplikasi lain. Menurutnya, aplikasi tersebut menyediakan kebutuhan mulai dari transportasi hingga saran tempat makan, menginap, dan hiburan. Ia juga menyebut Nha Trang termasuk salah satu dari lima lokasi di Vietnam yang ditampilkan dalam fitur “Berwisata dengan Grab dalam arti sebenarnya”, yang memuat rekomendasi tempat yang dinilai tepercaya dan digunakan penduduk setempat.

Kemudahan memilih tempat makan, menginap, dan beraktivitas di Nha Trang juga didukung pembaruan dari Grab Vietnam. Perusahaan itu mengumumkan daftar 40 restoran dan tempat makan di Nha Trang yang memperoleh gelar “Restoran Terkenal Grab”, yang ditujukan untuk memberi pilihan yang lebih tepercaya bagi pengguna. Selain itu, bagian “Wisata Nha Trang” di aplikasi menawarkan berbagai saran destinasi dan restoran populer.

Di sisi kebijakan, Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Khánh Hòa pada 14 Juli menandatangani nota kesepahaman dengan Grab Vietnam untuk mendorong transformasi digital pariwisata di wilayah tersebut. Kerja sama ini direncanakan berlangsung mulai sekarang hingga akhir 2030.

Dalam kesepakatan itu, kedua pihak akan berkolaborasi mendigitalisasi destinasi dan aktivitas wisata di Khánh Hòa, termasuk mengembangkan program pariwisata digital “Khanh Hoa Must Try” dan mengoperasikan bagiannya di aplikasi Grab. Rencana lainnya meliputi penyusunan katalog destinasi, pengalaman, dan lokasi layanan khas; pembaruan informasi destinasi bagi wisatawan; serta integrasi peta digital dan pengalaman layanan di aplikasi untuk memudahkan wisatawan menjelajah dan menggunakan layanan dalam satu platform.

Kerja sama juga mencakup penerapan program stimulus pariwisata melalui inisiatif yang mendorong wisatawan berinteraksi di platform digital, digitalisasi serta promosi kuliner dan makanan khas Khánh Hòa, dan pembangunan katalog “Restoran Terkenal di Khánh Hòa” di platform Grab. Selain itu, direncanakan penerapan program penghargaan “Restoran Terkenal di Khánh Hòa” serta dukungan kepada restoran dalam pengembangan identitas merek untuk mempromosikan kuliner lokal.

Direktur Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Khánh Hòa, Thai Thi Le Hang, menyatakan penandatanganan kerja sama dengan Grab Vietnam dinilai memiliki arti praktis bagi transformasi digital provinsi dan arah pengembangan pariwisata pada fase baru. Ia menilai kekuatan Grab dalam teknologi, data, dan ekosistem layanan dapat membantu promosi destinasi, menghubungkan fasilitas pariwisata, serta mendekatkan nilai budaya dan kuliner daerah kepada wisatawan. Pihaknya menyatakan akan bekerja sama erat agar setiap inisiatif dapat diwujudkan dalam kegiatan praktis yang meningkatkan pengalaman wisatawan dan daya tarik pariwisata Khánh Hòa.

Direktur Hubungan Eksternal Grab Vietnam, Dang Thuy Trang, mengatakan Khánh Hòa memiliki sumber daya pariwisata yang beragam, mulai dari lanskap alam dan budaya hingga kuliner khas. Ia menyebut Grab Vietnam menargetkan kemitraan untuk mendigitalisasi perjalanan wisata dan mendekatkan destinasi serta pengalaman lokal kepada wisatawan. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi dasar untuk menjalankan berbagai proyek yang menghubungkan wisatawan, destinasi, dan pelaku usaha lokal secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan pengalaman wisata dan mendorong pertumbuhan pariwisata di Khánh Hòa.