BERITA TERKINI
Gokuniku Buka di Senopati, Andalkan Spicy Tomato Sukiyaki untuk Pasar Lokal

Gokuniku Buka di Senopati, Andalkan Spicy Tomato Sukiyaki untuk Pasar Lokal

Kawasan Senopati, Jakarta Selatan, bertambah satu pilihan kuliner Jepang dengan hadirnya Gokuniku. Restoran ini mengusung konsep modern Japanese yang berfokus pada menu shabu-shabu dan sukiyaki, dengan sejumlah penyesuaian rasa agar lebih dekat dengan selera masyarakat Indonesia.

Salah satu menu andalan Gokuniku adalah spicy tomato sukiyaki. Menu ini memadukan karakter sukiyaki yang manis dan gurih dengan sensasi asam segar dari tomat serta tambahan cabai rawit. CEO Gokuniku, Michael, menyebut menu tersebut menjadi pembeda di tengah banyaknya restoran Jepang di kawasan Senopati.

Menurut Michael, pemilihan Senopati sebagai lokasi outlet pertama didasarkan pada karakter pasar yang dinilai sesuai dengan konsep restoran. Ia menyampaikan, opsi lokasi yang dipertimbangkan berada di kawasan Senopati atau Menteng, dan akhirnya Senopati dipilih untuk pembukaan perdana. Michael juga menjelaskan, inspirasi spicy tomato sukiyaki berangkat dari pengalamannya mencicipi tomato sukiyaki di Singapura, lalu dikembangkan dengan penyesuaian rasa agar lebih cocok untuk konsumen Indonesia.

Dari sisi menu, Head Chef Gokuniku Andhika Bayu menjelaskan, shabu-shabu merupakan hidangan rebusan di mana daging dan bahan pelengkap dimasak dalam kuah mendidih. Untuk kuah shabu-shabu, Gokuniku menggunakan kombu dan ikan cakalang atau bonito sebagai karakter utama, dengan cita rasa yang cenderung asin dan ringan. Sementara itu, tersedia kuah sukiyaki original dengan karakter manis dan gurih, serta varian spicy tomato yang menawarkan rasa lebih segar karena tambahan tomat dan cabai.

Andhika menyarankan konsumen tidak memasak daging terlalu lama untuk menjaga kualitas. Ia menyebut daging cukup dicelupkan sekitar 5–7 detik dalam kuah mendidih; jika terlalu lama, tekstur daging bisa menjadi lebih keras dan sari dagingnya keluar ke dalam kuah.

Untuk pilihan daging, shabu-shabu menggunakan A5 Japanese Wagyu bagian chuck tender atau kogarashi dari Miyazaki. Adapun spicy tomato menggunakan A5 premium beef bagian ribeye dari wilayah yang sama. Selain itu, tersedia pula pilihan daging dari Kagoshima dan Hida bagi konsumen yang ingin mencoba kualitas daging Jepang yang berbeda.

Selain menu, Gokuniku juga menawarkan konsep ruang privat. Restoran ini memiliki sembilan VIP room serta satu ruangan besar di lantai empat yang dapat menampung sekitar 30 orang. Seluruh ruang privat dilengkapi fasilitas karaoke dan ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari berkumpul bersama keluarga dan teman hingga pertemuan perusahaan. Untuk penggunaan ruang privat, diterapkan minimum charge mulai sekitar Rp2 juta, sedangkan ruangan besar berkapasitas hingga 30 orang memiliki minimum charge sekitar Rp10 juta.

Gokuniku menargetkan konsumen lokal sebagai pasar utama. Saat ini, komposisi pengunjung diperkirakan sekitar 80 persen konsumen lokal, 10 persen warga Jepang, dan 10 persen wisatawan. Strategi mendekatkan karakter rasa pada lidah Indonesia menjadi salah satu cara untuk menjangkau pasar tersebut.

Dari sisi harga, set menu tersedia mulai kisaran Rp368 ribu hingga Rp388 ribu, terdiri dari sekitar 120 gram daging, sayuran, nasi, dan pelengkap. Pilihan premium dapat mencapai sekitar Rp1 juta per set. Untuk makan siang, tersedia lunch package mulai Rp188 ribu sebelum pajak dengan pilihan daging Australia Black Angus.

Restoran ini disebut telah beroperasi sejak Lebaran dan baru menggelar grand opening pada Agustus 2026. Dalam rangka grand opening, Gokuniku memberikan diskon 15 persen yang berlaku mulai 25 Agustus hingga 6 September 2026. Michael menyampaikan pihaknya belum terburu-buru mengejar target omzet maupun ekspansi, dengan fokus pada pembangunan pengalaman konsumen dan pengembangan outlet pertama secara bertahap.