BERITA TERKINI
Gojek Rilis Rekomendasi Museum dan Kuliner Lokal untuk Libur Tahun Baru 2026 di Lima Kota

Gojek Rilis Rekomendasi Museum dan Kuliner Lokal untuk Libur Tahun Baru 2026 di Lima Kota

Gojek merilis daftar rekomendasi destinasi wisata dan hiburan untuk mengisi libur Tahun Baru 2026 di lima kota, yakni Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya. Rekomendasi ini mencakup pilihan tempat kuliner, museum, lokasi belanja, hingga pusat kerajinan yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berlibur bersama keluarga maupun orang terdekat.

Kepala Pemasaran Transportasi Gojek, Mario Alvin, dalam keterangan pers di Jakarta pada Jumat (14/12), menyampaikan bahwa perusahaan menghadirkan fitur Rekomendasi Destinasi untuk membantu pengguna merencanakan liburan akhir tahun. Daftar tersebut disusun berdasarkan tren lokal serta perjalanan populer di aplikasi Gojek.

Untuk wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), Gojek merekomendasikan ragam kuliner yang sedang populer di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Selain itu, ada pilihan aktivitas keluarga di Scientia Square Park, Tangerang, serta destinasi pantai di Aloha PIK, Jakarta Utara.

Di Bandung, rekomendasi yang disorot mencakup wisata budaya, seni, sejarah, dan kuliner lokal. Beberapa tempat yang disebut antara lain Museum Konferensi Asia Afrika, Grey Art Gallery (Braga), Museum Srihadi Soedarsono, serta kuliner khas Sunda seperti Dumuk Bareto.

Sementara di Yogyakarta, Gojek menyarankan wisatawan mencoba jajanan tradisional Lupis Mba Satinem. Sejumlah destinasi budaya dan sejarah juga masuk daftar, seperti Museum Gunung Merapi, Ullen Sentalu & Art Museum, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko.

Untuk Bali, rekomendasi mencakup Bali Purma Workshop sebagai pilihan tempat belajar kerajinan. Selain itu, wisatawan juga dapat mempertimbangkan Neka Art Museum dan Tegallalang Rice Terrace sebagai tujuan perjalanan.

Adapun di Surabaya, Gojek merekomendasikan kunjungan ke Museum H.O.S. Tjokroaminoto dan Siola Surabaya Museum.

Mario menilai sejumlah tempat yang sebelumnya hanya menjadi persinggahan kini semakin diminati, seiring meningkatnya minat wisatawan mengeksplorasi destinasi yang dianggap tersembunyi untuk memperoleh pengalaman berbeda. Menurut dia, tren tersebut mencerminkan keinginan wisatawan merasakan pengalaman yang lebih autentik dan dekat dengan budaya lokal saat berwisata. “Kami berharap masyarakat bisa menemukan destinasi baru dan menikmati liburan yang benar-benar nyaman tanpa ribet,” kata Mario.