BERITA TERKINI
Gia Lai Dorong Pariwisata Lewat Budaya Kuliner dan Konten Visual

Gia Lai Dorong Pariwisata Lewat Budaya Kuliner dan Konten Visual

Provinsi Gia Lai, Vietnam, berupaya memanfaatkan budaya kuliner sebagai pintu masuk untuk memperkuat promosi pariwisata sekaligus mengangkat nilai sumber daya lokal. Upaya ini dibahas dalam sebuah lokakarya yang menghadirkan para ahli budaya, pembuat film, dan sutradara untuk merumuskan pendekatan baru dalam mengenalkan citra destinasi.

Dalam sambutan pembukaan, Direktur Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Gia Lai, Do Thi Dieu Hanh, menyampaikan bahwa lokakarya tersebut diarahkan untuk menemukan cara-cara baru mempromosikan nilai sumber daya lokal dan budaya kuliner, sembari memperkuat citra destinasi setempat.

Sejumlah pemateri memaparkan pandangan mengenai pemanfaatan budaya kuliner sebagai konten kreatif, produk pariwisata, sekaligus sumber “kekuatan lunak”. Direktur Departemen Sinema, Dang Tran Cuong, menilai sinema memiliki kemampuan mengubah tempat yang kurang dikenal menjadi destinasi wisata menarik, membuat kuliner lokal lebih menggugah selera, serta menyampaikan kisah komunitas kepada khalayak yang lebih luas.

Cuong juga menekankan keterkaitan antarsektor dalam rantai nilai pengembangan pariwisata. Menurutnya, budaya memberi kedalaman, film membangun cerita dan emosi, media memperluas jangkauan, pariwisata menghadirkan pengalaman, sementara dunia usaha berperan membentuk produk dan pasar.

Di kawasan Dataran Tinggi Tengah, budaya Gong disebut melekat dengan kehidupan, musim, dan ritual banyak komunitas. Gia Lai dipandang sebagai wilayah yang melestarikan warisan tersebut dan sekaligus menyediakan banyak materi untuk digunakan dalam film, program televisi, maupun video pendek.

Dari sudut pandang pengelolaan industri film, Cuong menyarankan agar pengembangan karya didorong untuk menggali secara mendalam nilai budaya, sejarah, masyarakat, kuliner, dan identitas daerah di Vietnam. Ia menilai hal itu bukan hanya menjadi sumber materi bagi kreasi artistik, tetapi juga berkontribusi dalam promosi citra negara.

Sementara itu, Profesor Madya Dr. Do Le Hung Tu, Presiden Asosiasi Film Vietnam, menyoroti peran konten visual dalam promosi destinasi sebagai “kekuatan lunak” dari seni bercerita. Dalam konteks ini, video pendek dinilai bukan sekadar produk konten digital kreatif, melainkan juga metode untuk merangsang permintaan pariwisata.

Tu menilai perkembangan TikTok, YouTube Shorts, Facebook Reels, dan platform video pendek lainnya telah mengubah cara komunikasi pariwisata dilakukan. Dengan keunggulan durasi dan jangkauan, platform tersebut dinilai mampu mendekatkan gambar dan cerita keseharian kepada publik sekaligus mendorong partisipasi kreatif dari komunitas.

Selain itu, konten yang berkaitan dengan kuliner lokal, adat istiadat, gaya hidup, dan identitas disebut dapat dimanfaatkan untuk membangun cerita destinasi di platform digital.

Dalam proyeksi yang dipaparkan, Gia Lai diperkirakan menyambut sekitar 12,4 juta wisatawan pada 2025, naik 17,6%, dengan pendapatan pariwisata sekitar 29.000 miliar VND. Pada 2026, provinsi itu menargetkan 15 juta wisatawan, meningkat 21%, dengan pendapatan pariwisata sekitar 35.000 miliar VND.

Dalam kerangka Tahun Pariwisata Nasional – Gia Lai 2026, direncanakan 155 acara, terdiri atas 21 acara yang diselenggarakan oleh kementerian, 34 acara yang dikoordinasikan dengan daerah, dan 100 acara yang dipimpin oleh Provinsi Gia Lai.