BERITA TERKINI
Geopark Kedung Lantung Bojonegoro Diperkenalkan Lewat Festival Lantung

Geopark Kedung Lantung Bojonegoro Diperkenalkan Lewat Festival Lantung

Geopark Wisata Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, resmi diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Lantung yang digelar pada Jumat sore. Peresmian ditandai dengan pembukaan prasasti yang telah ditandatangani Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

Festival tersebut mengusung tema “Merayakan Warisan Bumi, Menghidupkan Budaya” dan menjadi upaya memperkenalkan potensi alam, edukasi, konservasi, serta budaya lokal Desa Drenges kepada masyarakat luas.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina, jajaran pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam Sugihwaras, serta pimpinan perguruan tinggi se-Kabupaten Bojonegoro.

Elzadeba Agustina menyampaikan, peresmian tersebut menandai dibukanya kawasan Kedung Lantung untuk masyarakat umum. Ia menjelaskan, kawasan ini tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran agar pengunjung dapat mengenal kekayaan alam dan lingkungan sekitar.

“Melalui pembukaan Kedung Lantung ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal potensi alam yang dimiliki Desa Drenges. Kawasan ini tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga sarana edukasi dan konservasi lingkungan,” ujar Elzadeba Agustina.

Sebagai kawasan geopark, Kedung Lantung mengusung konsep wisata yang memadukan edukasi, konservasi, budaya, dan alam. Salah satu potensi yang menjadi daya tarik adalah rembesan minyak yang hingga kini masih dapat diamati di kawasan tersebut.

Sekretaris Wilayah Kecamatan Sugihwaras, Heri Pujianto, mengatakan rembesan minyak menjadi salah satu keunikan alam Kedung Lantung. Ia menambahkan, sejumlah fasilitas juga telah dibangun untuk mendukung kunjungan masyarakat dan wisatawan.

“Rembesan minyak ini menjadi salah satu keunikan yang dimiliki Kedung Lantung. Dengan adanya fasilitas yang telah dibangun, masyarakat bisa datang secara langsung untuk melihat potensi alam yang ada di Desa Drenges,” kata Heri Pujianto.

Selain potensi alam, Desa Drenges juga memiliki keunggulan di sektor pertanian dan kuliner. Desa ini dikenal sebagai penghasil singkong yang diolah menjadi makanan khas bernama balung kuwuk.

Produk kuliner tersebut turut diperkenalkan dalam Festival Lantung melalui kolaborasi pemerintah desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran produk lokal ini diharapkan dapat memperluas promosi kuliner khas desa sekaligus membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat.