BERITA TERKINI
Food Storage Kian Diminati, Dinilai Bikin Dapur Lebih Rapi dan Praktis

Food Storage Kian Diminati, Dinilai Bikin Dapur Lebih Rapi dan Praktis

Penggunaan food storage semakin digemari masyarakat. Wadah penyimpanan bahan makanan ini dinilai memiliki sejumlah kelebihan, mulai dari membuat dapur tampak lebih rapi hingga memberi nilai estetis.

Salah satunya dirasakan Fepi Anggraeni, warga Desa Japan, Kecamatan Sooko. Ia mengaku mulai tertarik menggunakan food storage sejak sekitar dua bulan terakhir setelah melihatnya di media sosial. Menurutnya, bumbu dapur bisa tertata rapi dalam toples yang disusun di rak dinding, sehingga dapur terlihat lebih bersih dan sedap dipandang. “Sudah sekitar dua bulan, ya gara-gara di Instagram itu. Pakai gini khan supaya bisa terlihat lebih rapi,” ujarnya.

Fepi menggunakan toples berbahan kaca dan plastik. Toples kaca dipakai untuk bumbu dapur, sedangkan toples plastik digunakan untuk bahan yang disimpan di kulkas. Ukurannya bervariasi, mulai 350 mililiter (ml), 750 ml, hingga 1.300 ml. Ia memilih toples kaca untuk bahan dapur karena dinilai tahan panas saat memasak, sementara toples plastik digunakan untuk menyimpan sayur, buah, hingga masakan di dalam kulkas.

Ia menuturkan, makanan kering dinilai lebih awet saat disimpan dalam toples plastik. Untuk penyimpanan tertentu, ia menambahkan tisu di bagian bawah. “Lebih awet kalau pakai bahan plastik, tapi bawahnya saya kasih tisu. Kalau buah sama sayur ndak usah, itu kan langsung dibuat jus atau masak,” terangnya.

Menurut Fepi, penggunaan food storage di dalam kulkas juga dirasa perlu karena bahan makanan bisa menjadi kisut jika langsung terpapar dingin. “Kalau terlalu dingin atau kelamaan (di dalam kulkas) ya bisa rusak gitu (kisut). Kalau pakai ini kan lebih awet bagusnya,” imbuhnya.

Ia menilai ibu rumah tangga tidak perlu khawatir menggunakan toples plastik karena selain praktis, juga aman digunakan. Fepi kerap menyimpan masakan jadi di dalam kulkas saat harus beraktivitas di luar rumah. Dengan begitu, anak dan suami hanya perlu menghangatkan makanan menggunakan oven microwave. “Jadi, kalau mau makan ya tinggal dipanasin ke microwave,” ucap perempuan asal Blitar tersebut.

Ia mengaku merasa aman karena pada sejumlah toples plastik terdapat tanda standar microwave oven safe. Namun, ia juga menemukan jenis toples plastik tertentu yang bersifat sekali pakai karena penutupnya mudah rusak setelah dibuka. “Ada, itu pakai klep yang sekali dibuka langsung rusak. Kalau habis dipakai, terus mau dipakai lagi, menutupnya sudah ndak rapet. Terus pinggir-pingger tutupnya itu tajam, jadi langsung dibuang aja,” paparnya.

Saat ini, Fepi memiliki puluhan toples food storage dengan harga bervariasi, berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 60 ribu. Ia juga membeli rak dinding khusus untuk menata toples-toples tersebut, serta stiker penanda isi seperti garam dan gula. “Ada juga stiker khusus buat tandanya ini, garam dna gula. Beli Rp 15 ribu dapat 50 stiker. Kalau toples plastik ini satu paket isi 10 harganya Rp 60 ribu. Memang kita carinya yang murah ya, biar hemat,” tuturnya sambil tertawa.